POJOKSATU.id - Patung seribu wajah, begitu sebutan deretan patung yang wajib dikunjungi jelang liburan Imlek. Bukan di Hongkong.
Selain indahnya arsitektur vihara, keberadaan patung seribu wajah yang berjumlah lebih dari 500 ini menjadi daya tarik jika ingin berkunjung mengisi liburan Imlek.
Disebut juga refleksi Thousand Face of Buddha, patung seribu wajah di vihara ini terbuat dari batu granit, dengan masing-masing ekspresi dan gesture yang berbeda. Unik sebagai objek libura Imlek.
Bukan hiasan, patung seribu wajah di vihara ini sebenarnya menggambarkan para biksu, arahat, atau orang suci Buddha yang hidup di masa lalu.
Patung-patung ini merupakan sumbangan dari umat dengan garansi 500 tahun.
Ekspresi yang berbeda-beda dari patung seribu wajah itu merupakan simbol sifat serta karakter manusia.
Rata-rata tinggi patung-patung tersebut adalah 1,7 hingga 2 meter. Konon, pembuat patung-patung tersebut langsung seniman dari Tiongkok.
Jika ingin menyaksikan langsung, tak usah ke Hongkong.
Patung seribu wajah berada di Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Memang, Tanjung Pinang di Kepulauan Riau dikenal juga dengan keindahan pesisirnya yang menjadi destinasi wisata unggulan bersama Pulau Bintan.
Baca Juga: Baru Tahu, Mahamevnawa Dubai Satu-satunya Vihara di Jazirah Arab, Lokasinya Ada di Sini
Didukung keindahan pantainya, Kota Tanjungpinang memiliki daya tarik lain, ya salah satunya adalah Vihara Ksitigarbha Bodhisattva ini.
Berlokasi di atas bukit, vihara ini memiliki panorama alam yang memukau.
Vihara ini bukan hanya tempat ibadah bagi umat Buddha, tetapi juga kerap menjadi destinasi wisata yang menawarkan pesona bagi para wisatawan.
Tepatnya berada di Jalan Asia Afrika Kilometer 14, vihara ini sudah sangat dikenal sebagai pemilik patung seribu wajah yang berwarna putih.
Vihara Ksitigarbha Bodhisattva dibangun tahun 2006 dan menjadi destinasi wisata yang menarik dengan bangunannya yang megah dan terbuka bagi pengunjung.
Ketika memasuki kawasan vihara, pengunjung disambut dengan gerbang batu berukiran naga dan patung besar dengan latar belakang tembok menyerupai benteng.
Vihara Ksitigarbha Bodhisattva buka setiap hari dari pukul 07.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB.
Kawasan vihara ini juga memiliki setidaknya 40 patung dewa-dewa dalam kepercayaan Buddha dan tiga Bodhisattva agung.
Ksitigarbha, salah satu Bodhisattva Mahasattva, terkenal karena tekadnya untuk mengambil tanggung jawab atas seluruh makhluk hidup di enam alam pada masa antara berakhirnya Buddha Gautama dan kebangkitan Buddha Maitreya.***




