POJOKSATU.id - Perut terasa penuh, sering sendawa, lalu kentut berkali-kali?

Kondisi seperti ini memang bisa bikin tidak nyaman, apalagi kalau muncul saat sedang beraktivitas.

Meski cukup umum, frekuensi gas yang meningkat dapat berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari.

Cara makan, jenis makanan yang dikonsumsi, hingga kondisi saluran pencernaan bisa ikut memengaruhinya.

Pada dasarnya, sendawa merupakan cara tubuh mengeluarkan udara dari saluran pencernaan bagian atas.

Baca Juga: PPPK Penuh Waktu Diminta Bersiap, 500 Ribu Formasi PNS Diproyeksikan Dibuka pada 2027

Sementara kentut terjadi ketika gas yang terbentuk di dalam usus dikeluarkan melalui anus.

Gas di dalam saluran pencernaan dapat muncul secara alami ketika bakteri usus memproses sisa makanan yang tidak sepenuhnya dicerna.

Namun, jumlahnya bisa meningkat karena beberapa faktor.

Kebiasaan sederhana bisa jadi pemicunya
Salah satu penyebab yang sering tidak disadari adalah terlalu banyak udara yang masuk ke saluran pencernaan.

Baca Juga: Satgas Citarum Harum Sektor 10 Patroli Dini Hari, Awasi Potensi Pembuangan Limbah di Karawang

Makan atau minum terlalu cepat, sering mengunyah permen karet, merokok, hingga mengonsumsi minuman bersoda dapat membuat udara yang tertelan menjadi lebih banyak.

Akibatnya, perut bisa terasa begah dan frekuensi sendawa meningkat.

Jenis makanan juga perlu diperhatikan. Beberapa sayuran dan kacang-kacangan dapat menghasilkan lebih banyak gas ketika difermentasi oleh bakteri di usus.

Brokoli, kol, kembang kol, dan kacang-kacangan termasuk makanan yang pada sebagian orang dapat memicu keluhan tersebut.

Baca Juga: Terbaru dari DPR, Guru PPPK Paruh Waktu jadi Penuh Waktu, Maaf Mungkin Ada yang Kecewa

Makanan tertentu yang tinggi serat, berlemak, atau pedas juga bisa membuat gejala semakin terasa.

Namun, reaksi setiap orang tidak selalu sama.

Makanan yang menimbulkan gas pada seseorang belum tentu memberikan efek serupa pada orang lain.

Jangan lupakan kondisi pencernaan
Jika keluhan terus berulang, penyebabnya bisa saja bukan sekadar pola makan.

Refluks gastroesofageal atau GERD, misalnya, dapat berkaitan dengan kebiasaan menelan udara.

Baca Juga: Anggaran Rp39 Miliar di Perumdam Indramayu Dipersoalkan, GMHI Desak Penegakan Hukum Transparan

Intoleransi laktosa juga dapat menyebabkan produksi gas meningkat karena tubuh kesulitan mencerna laktosa.

Kondisi psikologis seperti stres dan kecemasan pun dapat memengaruhi fungsi saluran pencernaan.

Karena itu, penting memperhatikan kapan keluhan muncul dan apa yang dilakukan atau dikonsumsi sebelumnya.

Mencatat makanan dan minuman yang dikonsumsi juga dapat membantu menemukan pola pemicu.

Baca Juga: PRABOWO BICARA KORUPSI DAN PENGHEMATAN RATUSAN TRILIUN, KINI TANTANGANNYA MEMBUKTIKAN UANG NEGARA KEMBALI KE RAKYAT

Coba ubah cara makan
Langkah sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan.

Salah satunya adalah memperlambat ritme makan.

Kunyah makanan dengan baik dan hindari terburu-buru saat makan.

Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi udara yang ikut tertelan.

Minuman bersoda dan permen karet juga sebaiknya dibatasi apabila terbukti membuat perut lebih mudah bergas.

Baca Juga: Pemerintah Alihkan Utang Proyek Whoosh dari PT KAI ke Kemenkeu Mulai 15 September 2026

Selain itu, perhatikan makanan yang paling sering memicu keluhan.

Tidak perlu langsung menghindari semua jenis makanan penghasil gas, tetapi sesuaikan dengan respons tubuh.

Bergerak dan kelola stres
Aktivitas fisik ringan secara rutin dapat membantu pergerakan saluran pencernaan.

Kebiasaan ini juga dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih sehat.

Baca Juga: GURU HONORER MASUK BABAK BARU: BUKAN LAGI SEKADAR SOAL LULUS PPPK

Pengelolaan stres tidak kalah penting. Relaksasi, tidur yang cukup, serta aktivitas yang membuat tubuh lebih tenang dapat membantu menjaga kenyamanan sistem pencernaan.

Asupan air putih yang cukup juga penting untuk mendukung fungsi tubuh dan pencernaan.

Kapan perlu diperiksa?
Perut kembung, sendawa, dan kentut umumnya tidak menunjukkan masalah serius.

Namun, jangan mengabaikannya apabila keluhan terasa berat, berlangsung terus-menerus, atau disertai gejala lain.

Baca Juga: Oppo Find X10 Pro Max Bawa 3 Kamera 200 MP, Jadi HP Pertama dengan Konfigurasi 600 MP?

Nyeri perut hebat, muntah, mual, perubahan pola buang air besar, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau pusing merupakan kondisi yang sebaiknya mendapat perhatian medis.

Jika perubahan pola makan dan gaya hidup tidak membantu, konsultasi dengan dokter dapat dilakukan untuk mencari penyebab yang mendasarinya.

Perut yang sering terasa penuh memang bisa mengganggu, tetapi tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal yang layak diperhatikan.

Dengan mengenali kebiasaan dan makanan pemicu, menjaga pola hidup, serta tidak ragu mencari bantuan medis ketika muncul tanda yang mengkhawatirkan, rasa nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari bisa kembali terjaga.***