POJOKSATU.id - Istilah "trigger" sering digunakan untuk merujuk pada pemicu reaksi emosional seseorang, dan itu akan mempengaruhi kesehatan mental.
Dalam psikologi, trigger merupakan stimulus yang menyebabkan ingatan menyakitkan yang mungkin muncul kembali.
Adapun trigger bisa berupa suara, penglihatan, penciuman, sensasi fisik, atau bahkan pada waktu dan musim. Misalnya pada suara kembang api dapat menjadi pemicu yang akan memperburuk kesehatan mental.
Dalam laman Cambridge Dictionary dijelaskan bahwa trigger artinya merujuk pada sebuah topik, frasa, atau kata yang secara emosional dapat membuat seseorang kesal, takut dan hal ini akan merusak kesehatan mental.
Sejarah Munculnya Konsep Trigger
Merujuk laman Dictionary, konsep trigger pertama kali muncul dalam studi awal mengenai gangguan stres pascatrauma (PTSD) setelah Perang Dunia I.
PTSD dapat terjadi ketika seseorang mengalami trauma, seperti pelecehan, percobaan bunuh diri, atau pemerkosaan, yang mengganggu kehidupan sehari-hari.
Kemudian hal-hal yang mengingatkan seseorang pada sebuah trauma disebut dengan “trigger” atau “pemicu”.
Hal ini yang kemudian menyerang pikiran dan menimbulkan perasaan sedih serta melemahkan yang dapat menimbulkan serangan panik.
Hingga pada tahun 2010, istilah “trigger warning” menjadi populer untuk memperingatkan seseorang akan topik yang sensitif dan juga untuk menghormati penyintas trauma.
Baca Juga: Tips Jitu Menjaga Kesehatan Mental, Kunci Sukses Menuju Indonesia Emas 45, GenZ Wajib Baca!
Penggunaan Trigger sebagai Bahasa Gaul di Media Sosial
Kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental membuat kata “trigger” banyak digunakan di media sosial.
Hal ini merupakan perkembangan positif yang terus ditingkatkan untuk memastikan bahwa konten-konten di media sosial tidak mengganggu orang-orang dengan kondisi kesehatan mental tertentu.
Contoh Trigger
Pemicu juga datang dalam berbagai bentuk atau hal yang unik yang pernah dialami oleh seseorang.
Pada dasarnya, ada berbagai macam contoh trigger. Berikut ini adalah beberapa contoh trigger.
Baca Juga: Indonesia Belum Melek Pentingnya Kesehatan Mental, Terapkan Strategi Edukasi Ini Agar Tetap Bahagia
1. Liburan atau peringatan trauma ataupun kehilangan
2. Suara, pemandangan, bau, juga rasa tertentu yang berhubungan dengan trauma
3. Argumen, teriakan, suara keras
4. Diejek atau dihakimi
5. Kesendirian
6. Penolakan
7. Pengabaian
8. Putusnya suatu hubungan
9. Kekerasan dalam suatu berita
10. Pelecehan seksual atau sentuhan yang tak diinginkan
11. Penyakit fisik ataupun cedera yang dimiliki oleh seseorang.***



