MEDAN, POJOKSATU.id- Memilih susu formula untuk anak bukan sekadar membandingkan merek atau membaca daftar komposisi pada kemasan. Orang tua juga perlu memahami bahan utama yang digunakan, asal bahan baku, hingga informasi mengenai proses produksi yang menyertai perjalanan sebuah produk.
Kebutuhan akan informasi tersebut mendorong pentingnya transparansi dalam industri nutrisi anak. Konsumen kini memiliki cara untuk mencari tahu lebih jauh tentang produk yang dipertimbangkan, termasuk melalui teknologi keterlacakan yang dapat diakses langsung dari kemasan.
Salah satu pendekatan tersebut diperkenalkan AceKid melalui kampanye #CekTransparansiAceKid. Merek susu formula ini mengajak orang tua melengkapi kebiasaan membaca komposisi dengan menelusuri sumber susu dan perjalanan produknya melalui fitur Scan & Cek.
Informasi tersebut dapat diakses dengan memindai kode QR yang tersedia pada kemasan AceKid. Dengan cara ini, orang tua diajak tidak berhenti pada informasi yang terlihat di bagian depan kemasan, tetapi juga mencari tahu lebih jauh mengenai sumber bahan utama dan proses di balik produk.
Langkah tersebut melanjutkan Ace Fresh Journey, sebuah kegiatan yang sebelumnya memperlihatkan perjalanan susu dari peternakan hingga fasilitas produksi dalam ekosistem FEIHE AceKid di China.
Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 30 orang tua Indonesia bersama brand ambassador, figur publik, pakar, dan mitra AceKid berkesempatan melihat langsung perjalanan susu dari sumbernya hingga memasuki proses produksi.
Kini, pengalaman tersebut dilanjutkan melalui akses informasi yang dapat ditelusuri konsumen secara mandiri.
Bukan Hanya Komposisi, Asal Bahan Baku Juga Perlu Diperhatikan
Daftar komposisi merupakan salah satu informasi penting yang dapat digunakan orang tua ketika mempertimbangkan produk nutrisi anak. Namun, informasi mengenai bahan yang digunakan dan asal bahan baku memberikan sudut pandang tambahan dalam memahami produk.
AceKid menyatakan menggunakan susu segar atau natural whole milk sebagai komposisi utama yang kemudian diproses menjadi susu formula.
Perusahaan tersebut juga menyebut produknya diformulasikan tanpa sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, dan perisa sintetik.
Informasi mengenai komposisi tersebut menjadi salah satu bagian yang dapat dipertimbangkan konsumen. Sementara itu, fitur Scan & Cek ditujukan untuk membantu orang tua menelusuri informasi mengenai sumber susu dan perjalanan produk.
Marketing Director FEIHE AceKid Indonesia, Grace Zhou, mengatakan keterbukaan informasi mengenai komposisi dan asal bahan baku diharapkan memberikan pertimbangan yang lebih lengkap bagi orang tua.
Melalui Ace Fresh Journey, menurut Grace, perusahaan telah memperlihatkan bagaimana perjalanan susu dimulai dari sumber hingga menjadi susu formula. Informasi mengenai sumber susu tersebut kemudian dapat ditelusuri konsumen melalui fitur Scan & Cek pada kemasan.
Pendekatan ini menempatkan konsumen sebagai pihak yang dapat mencari informasi lebih jauh sebelum mengambil keputusan. Dengan demikian, pertimbangan tidak hanya bertumpu pada nama merek, tampilan kemasan, atau satu klaim tertentu.
Meski begitu, informasi mengenai komposisi dan asal bahan baku tetap perlu dipahami sesuai konteksnya. Orang tua juga perlu mempertimbangkan usia anak, kebutuhan nutrisi, serta petunjuk penggunaan produk ketika memilih susu formula.
Mengenal Perjalanan Susu di Balik Produk AceKid
Salah satu informasi yang diperkenalkan AceKid berkaitan dengan sumber susu yang digunakan dalam produknya.
Menurut perusahaan, susu segar sebagai bahan utama berasal dari ekosistem peternakan FEIHE di kawasan yang disebut Golden Milk Source 47 derajat lintang utara.
Dari sumber tersebut, susu kemudian memasuki proses pengolahan untuk menjadi susu formula. AceKid menyebut metode yang digunakan sebagai One-Step Fresh Process, yakni pengolahan susu segar secara langsung menjadi susu formula dalam satu tahap proses produksi.
Perusahaan menyatakan metode tersebut dirancang untuk membantu mempertahankan nutrisi alami dan struktur protein pada susu segar.
AceKid juga menyebut proses tersebut memberikan karakteristik produk yang lebih mudah larut ketika disiapkan. Adapun manfaat yang berkaitan dengan kenyamanan pencernaan merupakan klaim yang perlu dipahami secara hati-hati karena respons setiap anak dapat berbeda.
Informasi mengenai proses produksi menjadi salah satu aspek yang dapat ditelusuri untuk memahami bagaimana bahan baku diolah sebelum menjadi produk akhir.
Dalam penjelasannya, AceKid juga menyoroti pengendalian kualitas di fasilitas produksi FEIHE. Perusahaan menyebut setiap batch produk melewati 25 tahapan proses produksi dan 411 pemeriksaan kualitas sebelum dinyatakan memenuhi standar yang diterapkan.
FEIHE turut menyatakan memiliki rekam jejak tanpa insiden keamanan pangan selama lebih dari 64 tahun.
Angka dan rekam jejak tersebut merupakan informasi yang disampaikan perusahaan. Bagi konsumen, informasi semacam ini dapat menjadi bahan untuk memahami sistem produksi, tetapi tidak menggantikan kebutuhan untuk menilai produk berdasarkan standar keamanan pangan yang berlaku dan informasi resmi yang dapat diverifikasi.
Keterlacakan juga perlu dibedakan dari pemeriksaan independen. Kemampuan menelusuri sumber dan perjalanan produk memberikan akses informasi tambahan, tetapi tidak dengan sendirinya menjadi bukti bahwa setiap produk pasti cocok bagi semua anak.
Scan & Cek, Cara Mengakses Informasi Produk dari Kemasan
Melalui kampanye #CekTransparansiAceKid, perusahaan memperkenalkan tiga langkah yang dapat digunakan orang tua ketika mempertimbangkan susu formula.
Langkah pertama adalah memeriksa komposisi. Orang tua dapat membaca bahan utama serta kandungan yang tercantum pada kemasan untuk mengetahui informasi dasar mengenai produk.
Langkah kedua adalah memahami sumber susu. Informasi mengenai asal bahan baku dan proses pengolahannya dapat membantu memberikan gambaran lebih lengkap mengenai perjalanan produk.
Langkah ketiga adalah menggunakan fitur Scan & Cek. Konsumen dapat memindai kode QR pada kemasan AceKid untuk menelusuri informasi mengenai sumber susu dan perjalanan produk yang disediakan melalui sistem tersebut.
Ketiga langkah ini mendorong kebiasaan mencari informasi secara lebih menyeluruh. Namun, orang tua tetap perlu membaca petunjuk penggunaan, memperhatikan kesesuaian usia, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki pertanyaan mengenai kebutuhan nutrisi anak.
Grace Zhou mengatakan perusahaan ingin mendorong orang tua agar tidak hanya mengandalkan satu informasi ketika memilih produk.
Menurut dia, pemahaman mengenai komposisi, bahan utama, asal susu, dan proses produksi dapat melengkapi pertimbangan konsumen sebelum menentukan pilihan.
Dengan akses keterlacakan melalui kemasan, AceKid berupaya memberikan kesempatan bagi konsumen untuk menelusuri informasi tersebut secara langsung, bukan hanya mengandalkan penjelasan yang disampaikan dalam kampanye pemasaran.
Pengalaman Orang Tua Menjadi Bagian dari Pertimbangan
Respons konsumen juga menjadi bagian dari pengenalan kampanye tersebut.
Melina, seorang ibu asal Surabaya yang ditemui ketika mengunjungi stan AceKid dalam Willow Baby Expo (WILBEX) 2026 Vol. 2 pada September lalu, mengatakan komposisi menjadi salah satu pertimbangannya ketika mencoba produk tersebut.
Ia mengaku sebelumnya telah mencoba beberapa pilihan susu untuk anaknya. Ketertarikannya terhadap AceKid, menurut Melina, berkaitan dengan penggunaan susu segar sebagai komposisi utama serta informasi mengenai bahan yang tidak digunakan dalam formulasi produk.
Ia juga menilai akses informasi mengenai sumber susu memberikan gambaran tambahan sebelum memutuskan mencoba produk.
Dalam keterangannya, Melina menyebut berdasarkan pengalaman pribadi, pencernaan anaknya terasa lebih nyaman setelah rutin mengonsumsi produk tersebut. Ia juga mengatakan susu lebih mudah larut ketika disiapkan.
Pengalaman tersebut merupakan kesaksian individual dan tidak dapat dijadikan jaminan bahwa anak lain akan mengalami hasil yang sama. Kecocokan susu formula dapat berbeda pada setiap anak, sehingga orang tua perlu memperhatikan respons anak dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika muncul keluhan.
Meski demikian, pengalaman Melina menggambarkan bahwa informasi mengenai produk dapat menjadi bagian dari proses pertimbangan konsumen, berdampingan dengan pengalaman penggunaan dan kebutuhan anak.
Bagi orang tua, membedakan informasi faktual mengenai komposisi dari pengalaman individual merupakan langkah penting agar keputusan tidak hanya didasarkan pada testimoni.
Transparansi Tidak Menggantikan Pertimbangan Kesehatan Anak
Kemudahan mengakses informasi produk dapat membantu orang tua mengenali bahan dan proses produksi dengan lebih baik. Namun, keputusan mengenai pemberian nutrisi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Susu formula bukan pengganti ASI yang setara dalam seluruh aspek. Air susu ibu tetap menjadi pilihan nutrisi terbaik bagi bayi, dengan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak.
Apabila susu formula diperlukan, pemilihannya perlu memperhatikan kelompok usia, petunjuk penyajian, dan kebutuhan individual anak. Konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan dapat membantu orang tua menentukan pilihan yang sesuai, terutama ketika anak mengalami keluhan pencernaan atau memiliki kebutuhan khusus.
Dalam konteks tersebut, transparansi produk dapat berperan sebagai sumber informasi tambahan, bukan satu-satunya dasar pengambilan keputusan.
Melalui kampanye #CekTransparansiAceKid, perusahaan mendorong orang tua untuk melihat lebih jauh dari tampilan kemasan dengan memeriksa komposisi, menelusuri asal susu, dan menggunakan fitur Scan & Cek.
Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana teknologi keterlacakan dapat dimanfaatkan untuk membuka akses informasi mengenai perjalanan produk kepada konsumen.
Pada akhirnya, kebiasaan memilih susu formula secara lebih cermat tidak hanya berkaitan dengan banyaknya informasi yang tersedia, tetapi juga bagaimana orang tua memahami dan menggunakan informasi tersebut.
Dengan memadukan pemeriksaan komposisi, penelusuran sumber bahan baku, dan pertimbangan kebutuhan anak, orang tua dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih lengkap.







