POJOKSATU.id - Nuzulul Quran merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam.
Momen ini menandai turunnya wahyu pertama Alquran kepada Nabi Muhammad SAW yang kemudian menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.
Peristiwa Nuzulul Quran diperingati setiap bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan.
Pada malam tersebut, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira, Makkah, melalui perantara Malaikat Jibril.
Turunnya Alquran bukan hanya menjadi tonggak penting dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi awal dari penyampaian ajaran Islam kepada umat manusia.
Alquran sendiri merupakan kitab suci umat Islam yang berisi petunjuk, hukum, serta pedoman kehidupan yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan alam semesta.
Baca Juga: Viral Polisi Cuci Plang 'Jalur Wisata Anyer Ditutup', Netizen Sempat Panik dan Bikin Salah Paham
Makna Nuzulul Quran bagi Umat Islam
Secara bahasa, Nuzulul Quran berarti “turunnya Alquran”. Peristiwa ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Islam karena menandai dimulainya penyampaian wahyu Allah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir.
Alquran menjadi sumber utama ajaran Islam yang membimbing umat manusia menuju jalan yang benar.
Selain itu, peringatan Nuzulul Quran juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Alquran, baik dengan membaca, memahami, maupun mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
Tiga Tahap Turunnya Alquran
Para ulama menjelaskan bahwa proses turunnya Alquran tidak terjadi secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus, melainkan melalui tiga tahap utama.
1. Alquran diturunkan ke Lauhul Mahfuzh secara sekaligus
Tahap pertama adalah ketika Alquran diturunkan secara keseluruhan ke Lauhul Mahfuzh. Lauhul Mahfuzh merupakan tempat di mana Allah menetapkan segala sesuatu yang telah ditentukan sesuai dengan kehendak-Nya.
Di tempat inilah seluruh ketetapan Allah mengenai kehidupan di alam semesta telah tercatat, termasuk keberadaan Alquran.
2. Alquran diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul Izzah
Tahap kedua adalah turunnya Alquran dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul Izzah yang berada di langit dunia.
Peristiwa ini disebutkan dalam beberapa ayat Alquran, di antaranya Surat Ad Dukhan ayat 3, Surat Al Qadr ayat 1, serta Surat Al Baqarah ayat 185 yang menjelaskan bahwa Alquran diturunkan pada malam yang penuh keberkahan di bulan Ramadhan.
Tahap ini menandai bahwa Alquran telah berada di langit dunia sebelum kemudian disampaikan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW.
3. Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril
Tahap ketiga adalah turunnya wahyu Alquran kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril.
Peristiwa ini pertama kali terjadi pada 17 Ramadhan ketika Nabi Muhammad SAW sedang beribadah di Gua Hira di Makkah. Pada saat itu, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama yaitu lima ayat awal Surat Al-Alaq.
Setelah wahyu pertama tersebut, Alquran kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun.
Proses penurunan secara bertahap ini memiliki hikmah agar ajaran Islam dapat dipahami dan diamalkan secara perlahan oleh umat manusia. Hal ini juga dijelaskan dalam beberapa ayat Alquran, di antaranya dalam Surat Al Baqarah ayat 99 dan Surat Ali Imran ayat 7.
Baca Juga: Viral Peternak Ikan Bongkar Timbangan Curang, 115 Kg Hasil Panen Malah Jadi 74 Kg
Hikmah Turunnya Alquran Secara Bertahap
Turunnya Alquran secara berangsur selama 23 tahun memiliki banyak hikmah. Salah satunya adalah memudahkan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dalam menghafal serta memahami isi kandungannya.
Selain itu, penurunan bertahap juga berkaitan dengan berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat saat itu.
Banyak ayat Alquran turun sebagai jawaban atas persoalan yang dihadapi umat Islam pada masa Nabi.
Baca Juga: Beasiswa Hafidz Alquran 30 Juz UMP 2026 Dibuka, Kuliah Gratis dan Dapat Uang Saku
Dengan demikian, Alquran tidak hanya menjadi kitab suci yang berisi ajaran spiritual, tetapi juga menjadi pedoman yang relevan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. ***




