POJOKSATU.id - Banyak yang telah tahu mengenai tenggelamnya Kapal Titanic. Kisah kelam tersebut banyak dijadikan dokumentasi, bahkan film yang terkenal.
Namun, ada tenggelamnya kapal lain yang tidak kalah tragis dibandingkan Titanic. Ada tragedi Kapal Wilhelm Gustloff, salah satu kapal besar pada masa Perang Dunia II.
Kapal Wilhelm Gustloff tenggelam di Laut Baltik pada 30 Januari 1945 setelah terkena serangan kapal selam Uni Soviet dan menewaskan lebih dari 10.500 penumpang.
Tidak banyak yang tahu mengenai tragedi tersebut. Ruta Sepetys, penulis Lituania-Amerika, menulis novel dengan latar tragedi tersebut.
Novel tersebut berjudul Salt to the Sea. Novel yang dirilis pada tahun 2016 itu memiliki empat tokoh utama, yaitu Joana, Florian, Emilia, dan Alfred.
Cerita akan berpusat pada empat tokoh tersebut dengan sudut pandang orang pertama dari masing-masing tokoh.
Setiap bab akan mengisahkan tokoh yang berbeda secara bergantian. Bab dalam novel tersebut tidak terlalu panjang, seperti sebuah diary.
Joana merupakan seorang perawat dari Lituania yang semasa perang bekerja di bawah kekuasaan Jerman.
Tokoh kedua adalah Florian, tentara Prussia yang mencoba melarikan diri dari Nazi dengan membawa barang curian.
Seorang remaja bernama Emilia hadir dengan menyembunyikan kehamilannya. Ia berasal dari Polandia.
Tokoh utama yang lain adalah Alfred, tentara Nazi yang bekerja di Kapal Wilhelm Gustloff.
Joana, Florian, dan Emilia bertemu ketika mereka ingin melarikan diri dari kejaran tentara Uni Soviet saat akhir Perang Dunia II.
Baca Juga: Belajar Sejarah Lewat Sastra, Ini 15 Rekomendasi Novel dengan Latar Kisah Kelam Sejarah Indonesia
Mereka nantinya akan bertemu dengan Alfred di Kapal Wilhelm Gustloff.
Setiap tokoh utama memiliki masa lalu yang kelam. Setiap tokoh ingin berlari dari masa lalu yang berusaha mereka sembunyikan dari orang lain.
Salt to the Sea menceritakan sebuah tragedi besar dari sudut pandang orang-orang yang berusaha menyelamatkan diri dari kejamnya perang.
Tertarik untuk membacanya?***



