POJOKSATU.id - Bogor, yang disebut sebagai "kota hujan", adalah destinasi wisata populer untuk turis. Bangunan Tugu Kujang adalah salah satu simbol kebanggaannya.
Tugu Kujang yang kokoh ini ternyata menyimpan banyak misteri dan sejarah dalam pembangunannya.
Tapi yang pasti, nilai-nilai kebudayaan Sunda tertanam dalam kisah dan sejarah di balik berdirinya Tugu Kujang ini.
Tugu kujang berada di jalan Raya Pajajaran Baranangsiang, dekat pintu keluar tol Jagorawi dan di seberang Kampus IPB University dan Kebun Raya Bogor.
Baca Juga: Sejarah Jembatan Merah di Bogor, Saksi Bisu Perjuangan Melawan Penjajah
Tugu Kujang sangat mudah ditemukan, bahkan bagi orang yang baru datang ke Kota Bogor pun mudah mencarinya, karena lokasinya yang sangat strategis.
Tugu kujang pertama kali didirikan sebagai bentuk penghormatan kepada orang sunda yang hidup di masa Kerajaan Pakuan Pajajaran.
Menurut literatur sejarah, ibu kota Pakuan Pajajaran adalah Kota Bogor yang kita kenal sekarang.
Salah satu keputusan untuk menggunakan kujang sebagai ikon kota Bogor didasarkan pada fakta bahwa kujang ada di masyarakat sunda, khususnya di zaman kerajaan Pakuan.
Pada saat itu, hampir semua lapisan masyarakat menggunakan kujang karena banyaknya manfaatnya.
Selain dianggap sebagai senjata atau keterampilan, kujang adalah pusaka yang menunjukkan nilai-nilai ajaran agung para leluhur Sunda dan merupakan simbol kedaulatan kerajaan.
Kujang berkembang dari sebuah peralatan pertanian menjadi senjata yang memiliki nilai simbolik dan sakral.
Kujang modern seperti yang kita kenal sekarang diperkirakan muncul antara abad 9 dan 12.
Bangunan Tugu Kujang itu sendiri pertama kali dibangun pada 4 Mei 1982, saat berada di masa pemerintahan Walikota Ahmad Sobana.
Tugu memiliki luas dasar 26 x 23 meter dan tingginya sekitar 25 meter dari permukaan tanah.
Ornamen kujang yang berdiri di atas puncaknya memiliki berat kurang lebih 800 kg dengan tinggi sekitar 7 meter.
Baca Juga: Dijamin Cepat Kelar! Cek 3 Rekomendasi Cafe Hits di Bogor yang Cocok untuk Nugas
Kujang ini terbuat dari bahan stainless steel yang dilapisi perunggu dan kuningan.
Dengan bentuk segitiga yang mengerucut ke atas, tiang penyangga kokoh berwarna hitam dan putih berfungsi sebagai simbol Tritangtu Sunda Buana, yang merupakan salah satu falsafah hidup orang Sunda.
Tugu Kujang yang kokoh di pusat Kota Bogor telah menghadapi banyak tantangan selama pembangunan.
Ada banyak mitos yang beredar tentang kesulitan membangun tubuh kujang, yang menelan biaya pembangunan mencapai Rp80 juta.
Meskipun dilakukan oleh para pekerja profesional dan pendanaan yang cukup besar di masa itu.
Konon, saat itu selalu ada hambatan dan kesulitan selama proses akhir penempatan pusaka kujang raksasa di pilar tugu.
Nilai misteri saat pembangunan berlangsung beredar sebagai peristiwa yang diyakini penuh makna bagi warga Bogor.
Meskipun diangkat dengan helikopter dan dibawakan oleh banyak orang, bilah pisau selalu meleset dari tempatnya, dan ini terjadi berulang kali.
Menurut cerita yang beredar, ada beberapa alasan mengapa bilah pisau kujang selalu meleset saat ditempatkan.
Konon banyak yang menilai, pembangunan Tugu Kujang harus dimulai dulu dengan meminta izin kepada para leluhur, yang dikaitkan dengan keberadaan Prabu Siliwangi sebagai Maharaja Pakuan Pajajaran.
Penyebab lainnya adalah bahwa masyarakat setempat tidak dilibatkan sama sekali dalam proyek tersebut, yang merupakan ciri khas guyub gotong royong yang telah melekat pada masyarakat Sunda.
Tak hanya itu, pemasangan Tugu Kujang juga harus menghadap tepat ke Istana Negara Bogor, yang saat itu arah bilahnya salah.
Baca Juga: Cuaca Ekstrim: Hujan Deras dan Badai Angin Kencang, Tiang Listrik di Ciomas Bogor Nyaris Roboh!
Setelah mendapatkan masukan dari beberapa sesepuh Kota Bogor, proyek pemasangan Tugu Kujang pun dilanjutkan dengan mengikuti semua rekomendasi para sesepuh tersebut.
Hasilnya, setelah semua persyaratan terpenuhi, proses pemasangan Tugu Kujang berjalan lancar. Tugu tersebut benar-benar dipasang dan tetap tegak hingga saat ini.
Tugu Kujang, Monumen Kota Bogor yang berasal dari kecintaan terhadap warisan budaya leluhur, kini menjadi ikon dan gagasan berdirinya Tugu Kujang merupakan pertama kali dibangun di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Adat dan budaya di setiap wilayah Indonesia, termasuk nilai luhur kesundaan di Kota Bogor tetap lestari dan dikenal oleh generasi muda penerus bangsa berkat kecintaan dan kepedulian kita terhadap warisan para leluhur.***



