POJOKSATU.ID - Sulawesi Tenggara (Sultra) dikenal memiliki beragam kuliner menarik, satu diantaranya adalah Sinonggi.

Dilansir Pojoksatu.id, pada Selasa (28/11/2023). Sinonggi menjadi makanan khas salah satu suku di Kota Kendari yakni Suku Tolaki. Suku ini berasal dari Kerajaan Konawe yang sekarang berada di daerah Kabupaten Kendari dan Konawe.

Baca Juga: Ternyata Ini Dia 4 Makanan yang Paling Pas Atasi Lapar di Malam Hari

Sinonggi merupakan makanan yang berasal dari pohon sagu. Secara alami pohon sagu banyak tumbuh di perkampungan Kuko, kawasan hulu Sungai Konaweha yang kini bernama Latoma Tuma. Suku Tolaki biasa menyebut perkampungan itu dengan nama Sowurere.

Artinya, kampung yang ditumbuhi ribuan pohon sagu. Meski demikian, ada juga yang mengatakan pohon sagu berasal dari Maluku.

Baca Juga: Resep Ayam Goreng Spesial Sambal Matah Dijamin Bikin Terus Nambah

Masyarakat Tolaki umumnya mengonsumsi pati sagu sejak ratusan tahun silam. Sayangnya, sampai sekarang pohon sagu belum dibudidayakan, masih diperoleh dari alam, dan menjadi warisan turun temurun.

Meskipun demikian, Sinonggi saat ini menjadi bahan pokok utama kebutuhan di kalangan masyarakat Tolaki. Panganan ini bersaing dengan nasi yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat setiap harinya.

Dalam budaya suku Tolaki, ada sebuah tradisi yang bernama Mosonggi, yaitu tradisi menyantap sinonggi bersama-sama.

Baca Juga: Resep Ayam Kremes Sambal Ijo untuk Sajian Makan Siang yang Bikin Santap Lahap

Kata ini merujuk pada alat serupa dengan sumpit yang terbuat dari bambu, gunanya untuk mengambil Sinonggi dari wadahnya. Sinonggi mengandung karbohidrat seperti nasi.

Sinonggi hampir mirip dengan papeda, tetapi membedakannya dari segi penyajian dan cara menyantapnya. Papeda biasanya hanya disantap dengan kuah atau sayur kuning, tapi Sinonggi dapat disajikan sesuai selera penyantapnya.