POJOKSATU.id — Abu vulkanik yang menempel pada kendaraan tidak sebaiknya dibiarkan terlalu lama.

Selain membuat bodi kendaraan terlihat kotor, partikel abu yang menempel dan bercampur dengan air dapat meningkatkan risiko kerusakan pada permukaan cat maupun bagian berbahan logam.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang kendaraannya terdampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas gunung api.

Membersihkan kendaraan pun tidak bisa dilakukan sembarangan.

Mengelap abu yang masih menempel dalam kondisi kering justru berisiko membuat permukaan bodi tergores karena abu vulkanik memiliki partikel yang bersifat abrasif.

Baca Juga: JK Soroti Jutaan Sarjana Sulit Masuk Dunia Kerja, Singgung Kampus yang Terlalu Fokus Hafalan

Lantas, bagaimana cara membersihkan abu vulkanik dari kendaraan agar tidak memicu karat?

Berikut sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk membersihkan kendaraan setelah terkena abu vulkanik:

1. Jangan langsung mengelap bodi kendaraan
Hindari menggunakan kain atau kemoceng untuk mengangkat abu yang masih kering.

Cara tersebut berpotensi menggesekkan partikel abu ke permukaan cat dan menyebabkan baret.

Baca Juga: PJJ Diterapkan di Sejumlah Daerah akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Daftar Lengkapnya

Sebaiknya, bilas kendaraan menggunakan air terlebih dahulu untuk mengangkat sebanyak mungkin abu yang menempel.

2. Bilas kendaraan dari bagian atas
Proses pembilasan dapat dimulai dari bagian paling atas kendaraan, seperti atap, kemudian dilanjutkan ke kaca, kap mesin, bodi samping hingga bagian roda.

Cara ini membantu mencegah abu dari bagian atas kembali mengotori permukaan yang sudah dibersihkan.

3. Gunakan sampo khusus kendaraan
Setelah sebagian besar abu terangkat, cuci kendaraan menggunakan air bersih dan sampo khusus kendaraan.

Gunakan spons atau kain microfiber yang bersih dan jangan memberikan tekanan berlebihan saat membersihkan permukaan bodi.

Baca Juga: Lava Fountain Muncul Saat Anak Krakatau Erupsi, Ini Penjelasan dan Dampaknya

4. Bersihkan bagian berbahan logam
Area seperti velg, baut, engsel, celah bodi dan bagian bawah kendaraan juga perlu mendapat perhatian.

Sisa abu yang tertinggal di bagian tersebut sebaiknya segera dibersihkan karena dapat meningkatkan risiko korosi pada komponen logam.

5. Bilas sampai tidak ada sisa abu
Setelah proses pencucian selesai, bilas kendaraan hingga seluruh sisa sampo dan abu benar-benar terangkat.

Jangan sampai campuran abu, air dan kotoran dibiarkan mengering kembali pada permukaan kendaraan.

Baca Juga: Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan Bandung, Farhan Minta Warga Tak Panik

6. Segera keringkan kendaraan
Kendaraan yang sudah dicuci sebaiknya langsung dikeringkan menggunakan kain microfiber bersih.

Mengeringkan kendaraan juga membantu memastikan tidak ada sisa kotoran atau abu yang masih tertinggal di permukaan.

7. Gunakan perlindungan tambahan
Jika kendaraan sudah benar-benar bersih dan kering, pemilik dapat menggunakan wax atau sealant sesuai petunjuk produk.

Lapisan perlindungan tersebut dapat membantu menjaga permukaan cat dari paparan kotoran dan lingkungan.

Ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan ketika kendaraan terkena abu vulkanik.

Baca Juga: Udara Bandung Mulai Memburuk, Kelompok Sensitif Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Pemilik kendaraan sebaiknya tidak menggosok abu dalam kondisi kering, menggunakan lap kering untuk mengangkat lapisan abu, atau mengaktifkan wiper ketika kaca masih dipenuhi abu.

Tekanan air yang terlalu tinggi juga perlu dihindari pada bagian kelistrikan dan komponen kendaraan yang sensitif.

Selain itu, jangan membiarkan abu bercampur dengan air kemudian mengering di bodi kendaraan.

Jika abu vulkanik masuk ke ruang mesin atau bagian filter udara, pemeriksaan lebih lanjut oleh teknisi dapat dipertimbangkan untuk memastikan tidak ada komponen yang terdampak.

Dengan membersihkan kendaraan secara tepat dan tidak menunda proses pencucian, risiko goresan, kerusakan permukaan serta korosi akibat sisa abu vulkanik dapat diminimalkan.***