POJOKSATU.id — Banyak orang bertanya-tanya apakah gigi geraham wajib dicabut, terutama ketika muncul rasa nyeri, bengkak, atau gangguan saat mengunyah.
Faktanya, tidak semua gigi geraham harus dicabut karena keputusan tindakan sangat bergantung pada kondisi masing-masing gigi dan tingkat gangguan yang ditimbulkan.
Dalam dunia kedokteran gigi, pencabutan biasanya menjadi pilihan ketika gigi geraham mengalami masalah tertentu, seperti tumbuh tidak normal, berlubang parah, infeksi, atau menimbulkan tekanan pada gigi lain.
Baca Juga: Lafal Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha Lengkap Sesuai Sunnah
Namun, apabila kondisinya masih sehat dan tidak memicu keluhan, gigi geraham umumnya tidak memerlukan tindakan pencabutan.
Kasus yang cukup sering terjadi adalah masalah pada gigi geraham bungsu, yaitu gigi paling belakang yang tumbuh terakhir.
Pada sebagian orang, gigi ini bisa tumbuh normal tanpa keluhan.
Akan tetapi, tidak sedikit pula yang mengalami pertumbuhan miring atau bahkan terpendam di dalam gusi dan tulang rahang.
Ketika geraham tumbuh miring atau tidak memiliki cukup ruang, kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit berkepanjangan.
Bahkan, tekanan dari gigi tersebut berpotensi merusak gigi di sebelahnya.
Baca Juga: Ramadhipa Impresif, Melesat Raih Podium Perdana di Moto3 Junior Barcelona
Selain itu, area belakang mulut yang sulit dijangkau juga membuat sisa makanan mudah terselip dan meningkatkan risiko infeksi.
Jika dokter menyarankan pencabutan tetapi kondisi bermasalah dibiarkan, ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi.
Salah satunya adalah nyeri berulang yang muncul saat makan atau ketika gusi mengalami peradangan.
Tidak hanya itu, infeksi pada gusi di sekitar gigi geraham juga bisa berkembang menjadi pembengkakan, sulit membuka mulut, hingga menyebabkan demam pada kondisi tertentu.
Baca Juga: Kamitetep di Rumah Bikin Risih? Kenali Penyebab, Cara Membasmi, dan Mencegah Agar Tidak Datang Lagi
Pada beberapa kasus, gigi yang tumbuh miring bahkan dapat memicu kerusakan pada gigi sehat di sebelahnya.
Risiko lainnya ialah munculnya gigi berlubang yang semakin parah akibat sulit dibersihkan.
Bau mulut, penumpukan plak, dan radang gusi pun dapat menjadi masalah yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: 7 Hikmah dan Manfaat Berkurban saat Idul Adha, Tak Sekadar Berbagi Daging
Meski demikian, keputusan untuk mencabut gigi geraham sebaiknya tidak dilakukan secara asal.
Pemeriksaan oleh dokter gigi tetap diperlukan untuk memastikan apakah gigi masih bisa dipertahankan melalui tambal gigi, perawatan saluran akar, atau memang perlu dicabut demi mencegah komplikasi yang lebih serius.
Pada akhirnya, gigi geraham tidak selalu wajib dicabut.
Selama tumbuh normal, sehat, dan tidak mengganggu fungsi mulut, gigi tersebut biasanya masih dapat dipertahankan.
Namun, jika sudah menimbulkan rasa sakit, infeksi, atau risiko kerusakan lain, tindakan medis sering kali menjadi solusi terbaik.***




