POJOKSATU.ID- Puasa Ramadhan adalah salah satu kewajiban yang ditetapkan dalam agama Islam. Tidak hanya sebagai bentuk ibadah, puasa Ramadhan juga memiliki banyak hikmah dan manfaat yang mendalam bagi individu dan masyarakat.
Ramadhan juga merupakan waktu dilaksanakannya rukun Islam yang keempat yaitu puasa, yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim di dunia.
Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Puasa memiliki banyak keistimewaan. Di antaranya, ia menjadi satu-satunya ibadah yang Allah berkata untuknya: “Puasa untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya”.
( Hadits Shahih Al-Bukhari ).
Secara ringkas ada empat hikmah puasa itu adalah:
Pertama
Puasa merupakan salah satu bentuk ibadah yang disyariatkan untuk melatih manusia tunduk dan patuh terhadap perintah Allah.
فإن الله عز وجل ما شرع العبادات إلا ليربي فى الإنسان (ملكة التقوى) وليعوده على الخضوع والعبودية والإذعان لأوامر الله العلي القدير. فالصيام عبودية لله، وامتثال لأوامره، واتقاء لحرمته. ولهذا جاء فى الحديث القدسي: كل عمل ابن أدم له إلا الصوم، فإنه لي وأنا أجزي به، يدع طعامه وشرابه من أجلي. فشعور الإنسان بالعبودية لله عز وجل والإستسلام لأمره وحكمه هو أسمى أهداف العبادة وأقصى غاياتها
Artinya: “Allah tidak akan mensyariatkan ibadah kecuali untuk mendidik manusia (membentuk kemampuan bertakwa), membuatnya terbiasa untuk tunduk, beribadah dan patuh terhadap perintah Allah. Puasa merupakan bentuk penghambaan kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya dan menjaga kehormatan-Nya.
Karenanya dalam hadits qudsi disebutkan: “Setiap perbuatan yang dilakukan oleh anak Adam itu miliknya kecuali puasa. Puasa milik-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia meninggalkan makan dan minum karena-Ku.”
Maka penghambaan yang dilakukan oleh manusia kepada Allah dan penyerahan total dirinya terhadap perintah dan hukum Allah merupakan tujuan utama disyariatkannya ibadah.” (As-Shabuni, Rawaiul Bayan)
Kedua
Puasa membersihkan jiwa manusia dengan menanamkan pada diri manusia rasa takut dan bahwa mereka selalu diawasi oleh Allah sehingga enggan mendekati hal-hal yang diharamkan Allah sehingga menghasilkan ketakwaan sebagaimana yang difirmankan Allah.
أن الصوم يهذب النفس البشرية بما يغرسه فيها من خوف الله جل وعلا ومراقبته فى السر والعلن ويجعل المرء تقيا نقيا يبتعد عن كل ما حرم الله, فالسر فى الصوم هو الحصول على مرتبة التقوى
Artinya: “Puasa membersihkan jiwa manusia dengan menanamkan di dalamnya rasa takut kepada Allah, bahwa ia selalu diawasi oleh Allah baik dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan. Menjadikannya manusia yang bertakwa lagi bersih dengan menjauhkannya dari segala yang diharamkan oleh Allah. Maka rahasia di balik puasa ialah mencapai martabat takwa kepada Allah”. (As-Shabuni).
Ketiga
Puasa melatih manusia untuk lebih peka terhadap lingkungan, peka dan welas asih terhadap sesama manusia dengan melembutkan hati serta jiwa yang melakukannya.
أن الصوم يربي فى الإنسان ملكة الحب والعطف والحنان ويجعل منه إنسانا رقيق القلب، طيب النفس، ويحرك فيه كوامن الإيمان. فليس الصيام حرمانا للإنسان عن الطعام عن الطعام والشراب بل هو تفجير للطاقة الروحية فى نفس الإنسان ليشعر بشعور إخوانه ويحس بإحساسهم
Artinya, “Puasa melatih pembawaan cinta, welas asih pada diri manusia, menjadikannya manusia yang berhati lembut, berjiwa baik, mengerakkan pada diri manusia sumber keimanan. Maka puasa bukan hanya sekedar menghalangi manusia dari makan dan minum. Melainkan merupakan cara memunculkan kekuatan spiritual pada diri manusia supaya bisa merasakan apa yang banyak dari saudara mereka rasakan”. (As-Shabuni)
Keempat
Puasa disyariatkan untuk melatih jiwa dan membuatnya terbiasa dalam menanggung beban kepayahan di jalan Allah.
ألامر الثاني من حكمته مشروعية الصيام هي تربية النفس وتعويدها على الصبر وتحمل المشاق فى سبيل الله، فالصيام يربي قوة العزيمة وقوة الإرادة، ويجعل الإنسان متحكما فى أهوائه ورغباته
Artinya, “Hikmah kedua disyariatkan puasa ialah mendidik jiwa dan membiasakannya untuk sabar dalam menanggung rasa susah di jalan Allah. Puasa dalam hal ini mendidik kekuatan keinginan melakukan sesuatu dan menjadikan manusia lebih bijak dalam mengatur hawa nafsu dan keinginannya”. (As-Shabuni)
Berikut adalah beberapa contoh hikmah di balik disyariatkannya puasa Ramadhan:
1. Ketaatan dan Kedekatan dengan Allah
Puasa Ramadhan adalah bukti ketaatan seorang muslim kepada perintah Allah. Dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari fajar hingga matahari terbenam, seorang muslim menunjukkan kesediaannya untuk taat kepada Allah.
2. Kesadaran Sosio
Puasa Ramadhan mengajarkan kesadaran sosial dan empati terhadap orang-orang yang kurang beruntung. Melalui pengalaman menahan lapar dan haus, orang yang berpuasa dapat lebih memahami penderitaan orang-orang yang hidup dalam kekurangan makanan dan air.
3. Penguatan Disiplin dan Pengendalian Diri
Puasa Ramadhan melatih disiplin dan pengendalian diri. Dengan menahan diri dari keinginan dan godaan selama sepanjang hari, seorang muslim belajar untuk mengendalikan hawa nafsunya dan menguatkan kemauannya.
4. Pembersihan Jiwa dan Tubuh
Puasa Ramadhan tidak hanya membersihkan tubuh secara fisik tetapi juga membersihkan jiwa. Dengan menjauhi perilaku negatif dan memperbanyak amal ibadah, puasa membantu membersihkan jiwa dari dosa dan kesalahan.
5. Penguatan Solidaritas Umat
Puasa Ramadhan memperkuat solidaritas umat Islam. Seluruh umat muslim berpuasa secara bersama-sama, mengalami pengalaman yang sama, dan bersama-sama merayakan kedatangan bulan suci ini. Ini memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan di antara umat Islam di seluruh dunia.
6. Peningkatan Kesehatan
Selain aspek spiritual, puasa Ramadhan juga memiliki manfaat kesehatan. Puasa membantu membersihkan tubuh dari racun dan zat-zat berbahaya, serta memperbaiki metabolisme dan sistem pencernaan.
7. Pelatihan Kesabaran dan Kekuatan Mental
Puasa Ramadhan adalah pelatihan kesabaran dan kekuatan mental. Menjalani puasa selama sebulan penuh mengajarkan seorang muslim untuk tetap tenang dan sabar dalam menghadapi cobaan dan godaan.
Dengan memahami hikmah di balik disyariatkannya puasa Ramadhan, seorang muslim dapat lebih menghargai dan mendalami makna ibadah ini serta menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam puasa dalam kehidupan sehari-hari.***Nurlaela Sakban



