POJOKSATU.id -  Pada 17 Februari 2026, masyarakat Tionghoa di berbagai penjuru dunia merayakan Imlek dan memasuki Tahun Kuda Api, sebuah fase yang diyakini membawa energi besar sekaligus tantangan emosi.
 
Dalam tradisi kalender Tionghoa, pergantian tahun tidak mengikuti 1 Januari seperti kalender masehi. Sistemnya berbasis lunisolar, mengikuti pergerakan bulan.
 
Tahun Baru Imlek jatuh antara 21 Januari hingga 20 Februari, biasanya pada bulan baru kedua setelah titik balik matahari musim dingin.
 
 
Shio sendiri bukan sekadar simbol sifat hewan. Dua belas hewan digunakan sebagai penanda waktu sejak berabad-abad lalu.
 
Setiap tahun juga dipadukan dengan satu dari lima elemen, yaitu Logam, Air, Kayu, Api, dan Bumi dalam versi Yin dan Yang. Kombinasi ini membentuk siklus 60 tahunan.
 
Tahun 2026 dikenal sebagai Bing Wu, perpaduan Api Yang dan Kuda.
 
Secara simbolik, kuda identik dengan gerak cepat, kemandirian, dan momentum.
 
Dalam ungkapan Mandarin, kuda kerap dikaitkan dengan keberhasilan yang melesat dan semangat memimpin. Sementara elemen Api Yang melambangkan cahaya terang, keberanian, dan gairah besar.
 
Ketika dua unsur ini bertemu, lahirlah apa yang sering disebut sebagai “api ganda”. Energi membara. Semangat tinggi. Dorongan untuk berubah.
 
Namun, api yang besar juga menyimpan risiko. Emosi bisa lebih mudah tersulut. Ketidaksabaran meningkat. Konflik kecil berpotensi membesar jika tidak dikelola dengan bijak.
 
Karena itu, Tahun Kuda Api bukan hanya soal keberanian melangkah, tetapi juga kemampuan menahan diri.
 
Di sisi lain, banyak yang memaknai tahun ini sebagai momentum transformasi. Optimisme menguat.
 
Minat membuka usaha diprediksi meningkat, terutama bisnis yang berkaitan dengan kreativitas, teknologi, hiburan, hingga sektor yang identik dengan elemen “api”.
 
 
Imlek sendiri memiliki akar sejarah panjang. Tradisinya diyakini sudah ada sejak masa Dinasti Shang.
 
Dalam legenda, perayaan tahun baru bermula dari upaya mengusir makhluk bernama Nian yang konon takut pada cahaya terang, suara keras, dan warna merah. Dari situlah lahir tradisi lentera merah dan petasan yang hingga kini tetap dipertahankan.
 
Di Tiongkok, momen Imlek juga identik dengan gelombang mudik terbesar di dunia. Jutaan orang pulang kampung demi berkumpul bersama keluarga.
 
Perjalanan panjang, tiket yang sulit didapat, hingga biaya yang meningkat menjadi bagian dari dinamika tahunan itu.
 
Tahun Kuda Api datang membawa pesan yang tegas: bergeraklah maju dengan penuh energi, tetapi jangan biarkan api di dalam diri membakar arah.
 
 
Sebab pada akhirnya, tahun baru bukan sekadar pergantian simbol. Ia adalah kesempatan untuk memperbaiki langkah, menata ulang tujuan, dan menjaga agar semangat tetap menyala, tanpa kehilangan kendali. ***