POJOKSATU.id - Hari Jumat biasanya banyak kaum muslim mengunjungi makam orang tua maupun keluarga untuk berziarah.
Ziarah kubur merupakan bentuk kegiatan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal dunia.
Rangkaian dan urutan bacaan doa saat ziarah kerap dibutuhkan kaum muslim sebagai panduan, agar sesuai dengan anjuran yang diajarkan.
Tidak hanya di hari Jumat, di hari-hari lain seperti jelang Ramadhan atau di kala Hari Raya Idul Fitri, urutan doa ziarah kubur ini juga diperlukan untuk menuntun agar peziarah melakukan urutan sesuai adab ziarah kubur yang diajarkan.
Doa yang disampaikan saat ziarah kubur dilakukan agar orang yang sudah meninggal dan kita kunjungi makamnya, mendapatkan ampunan dari Allah SWT, diterangkan serta diberi kelapangan di alam kuburnya.
Rasulullah SAW bahkan telah menganjurkan umatnya untuk berziarah kepada orangtua, keluarga dan kerabat yang sudah lebih dahulu meninggal dunia dengan cara mendatangi makam dan mendoakan mereka.
قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِي زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِهِ فَرُوْرُوْهَا فَإِنَّهَا تُذَكَّرُ الْآخِرَةَ
Qad kuntu nahaitukum 'an ziyaratil-qubūri faqad udhina li-Muhammadin fī ziyārati qabri ummih fazūruhā fa-innahā tudakkirul-ākhirah.
Artinya: "Aku telah melarang kalian ziarah kubur, dan telah diizinkan bagi Muhammad untuk menziarahi makam ibunya, maka kalian berziarahlah ke kubur, karena ziarah kubur mengingatkan pada akhirat." (HR Tirmidzi)
Baca Juga: Menyingkap Tradisi Ziarah Kubur Sebelum Ramadan! Perspektif Islam dan Hukumnya
Berikut urutan adab ziarah kubur, bacaan dan doa yang dipanjatkan:
1. Membaca salam
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ
Baca Juga: Mengunjungi Masjid Agung Banten, Wisata Religi Ziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanudin Banten
Assalamu'alaìkum dara qaumìn mu'mìnîn wa atakum ma tu'adun ghadan mu'ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun
Artinya : "Assalamuallaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian."
2. Membaca istighfar
أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
"Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi"
Artinya : "Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya."
3. Membaca surat Al Fatihah
4. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas
5. Membaca kalimat tahlil
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ
"Laailaaha Illallah"
Artinya : "Tiada Tuhan selain Allah."
6. Membaca doa ziarah kubur
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ
الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ
Baca Juga: Ragam Tradisi Kegiatan Sambut Tahun Baru Islam di Tanah Jawa, Ada Ritual Sedekah Hingga Ziarah
"Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.
Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì."
Artinya: "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran."
"Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR Muslim).
Baca Juga: Obyek Wisata Situ Wanayasa Ada Hutan Asri di Tengah-tengahnya dan Makam Kramat
Selain doa penutup tersebut, doa yang lebih pendek bisa juga dipanjatkan. Berikut pilihan doa ziarah kubur yang lebih pendek:
السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيار منَ الْمُؤْمِنِينَ والمُسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون تَسْأَلُ الله لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِية
"Assalaamu'alaikum ahlad diyaari minal mu'miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas'alullaaha lanaa wa lakumul'aafiyah"
Artinya: "Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua." (HR Ibnu Majah)
Hukum Menaburkan Bunga dan Air
Salah satu tradisi yang sering dikaitkan dengan ziarah kubur adalah menabur bunga di atas makam.
Penaburan bunga biasanya dilakukan sebelum membaca Al-Qur'an dan tahlil. Lalu, bagaimana pandangan Islam mengenai hal ini?
Rasulullah SAW pernah melakukan penaburan bunga dan menyiram air ke kuburan, yang menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak dilarang dalam Islam.
Selain itu, ziarah kubur juga disertai dengan doa untuk kebaikan mereka yang telah meninggal dunia.
Diriwayatkan, menaburkan bunga saat ziarah kubur didasarkan pada peristiwa ketika Rasulullah SAW pernah meletakkan dahan di atas sebuah kuburan.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Ibadah Syar'iyyah dalam Ajaran Islam
Tindakan ini dilakukan dengan tujuan untuk meringankan siksa kubur bagi jenazah yang ada di dalamnya.
حَدثَناَ يَحْيَ : حَدَثَناَ أَبُوْ مُعَاوِيَةَ عَنِ الأعمش عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ طاووس عن ابن عباس رضي الله عنهما عَنِ النَّبِيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ مَرَّ بِقَبْرَيْنِ يُعَذِّباَنِ فَقاَلَ: إِنَّهُمَا لَـيُعَذِّباَنِ وَماَ يُعَذِّباَنِ فِيْ كَبِيْرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ البَوْلِِ وَأَمَّا اْلآخَرُ فَكَانَ يَمْشِيْ باِلنَّمِيْمَةِ . ثُمَّ أَخُذِ جَرِيْدَةً رَطْبَةً فَشْقِهَا بِنَصْفَيْنِ، ثُمَّ غُرِزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةٍ، فَقَالُوْا: ياَ رَسُوْلَ اللهِ لِمَ صَنَعْتَ هٰذَا ؟ فقاَلَ: ( لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَالَمْ يَيْـبِسَا)
Artinya: Dari Ibnu Umar ia berkata: Suatu ketika Nabi melewati sebuah kebun di Makkah dan Madinah, lalu Nabi mendengar suara dua orang yang sedang disiksa di dalam kuburnya. Nabi bersabda kepada para sahabat "Kedua orang (yang ada dalam kubur ini) sedang disiksa. Yang satu disiksa karena tidak memakai penutup ketika kencing, sedang yang lainnya lagi karena sering mengadu domba". Rasulullah menyuruh sahabat untuk mengambil pelepah kurma, kemudian membelahnya menjadi dua bagian dan meletakkannya pada masing-masing kuburan. Para sahabat lalu bertanya, kenapa engkau melakukan hal ini ya Rasul?. Rasulullah menjawab: Semoga Allah meringankan siksa kedua orang tersebut selama dua pelepah kurma ini belum kering. (Sahih al-Bukhari, [1361])
Sedangkan menyiram air di makam saat ziarah juga diperbolehkan.
Imam Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menyebutkan bahwa hukum menyiram air dingin di kuburan adalah sunnah.
Baca Juga: Kerap Dikaitkan dengan Barokah atau Keramat, Begini Kedudukan Hari Jumat Dibandingkan Hari Lain
Dalam Hasyiyah al-Bajuri dijelaskan lebih lanjut mengenai hal ini sebagai bagian dari adab berziarah dan memberikan penghormatan kepada yang telah meninggal.
...ويندب أن يرش القبر بماء والأولى أن يكون طاهرا باردا لأنه صلى الله عليه وسلم فعله بقبرولده إبراهم وخرج بالماء ماء الورد فيكره الرش به لأنه إضاعة مال لغرض حصول رائحته فلاينافى أن إضاعة المال حرام وقال السبكى لا بأس باليسير منه إن قصد به حضور الملائكة فإنها تحب الرائحة الطيبة...
Artinya: Disunahkan menyiram kubur dengan air, terutama air dingin sebagaimana pernah dilakukan Rasulullah SAW terhadap pusara anaknya, Ibrahim. Hanya saja hukumnya menjadi makruh apabila menyiraminya menggunakan air mawar dengan alasan menyia-nyiakan (barang berharga). Meski demikian menurut Imam Subuki tidak mengapa kalau memang penyiraman air mawar itu mengharapkan kehadiran malaikat yang menyukai bau wangi.
Berikut adalah doa yang dipanjatkan saat kaum muslim menyiramkan air di atas makam atau kuburan yang diziarahi:
أَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا المَاءَ بَرْدًا وَسَلَامًا فِي قَبْرِهِهَا وَاسْقِ تَرَاهُ / هَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahummaj'al haadzaalmaa'abar dannwasaalaamann fiiqabrihi haa wasqitsaraahu haa birahmatika yaa arhamarrahimin.
Artinya: Ya Allah jadikanlah air ini sebagai pendingin dan keselamatan di dalam kuburnya, dan tuangkanlah rahmat di dalam kuburnya dengan rahmat-Mu wahai Yang Pengasih dari Yang Pengasih.
Demikian doa, bacaan dan adab yang perlu diketahui saat melakukan ziarah kubur. ***
#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.




