POJOKSATU.id - Weekend menjadi salah satu waktu yang ditunggu-tunggu oleh hampir semua orang. Melakukan liburan atau perjalanan menjadi pilihan yang tepat untuk melepas lelah.

Bogor menjadi salah satu kota yang memiliki banyak tempat wisata terutama wisata alam. Puncak adalah salah satu destinasi yang sering dikunjungi oleh banyak wisatawan untuk melepas penat dihirup pikuk perkotaan.

Orang dari luar Bogor memilih wisata ke daerah puncak karena puncak memiliki pemandangan yang indah dan memiliki udara yang sejuk yang jarang dimiliki perkotaan. Wisatawan rela bermacet-macetan untuk berwisata di daerah puncak.

Baca Juga: Viral! Nicole’s River Park Destinasi Wisata di Puncak Bogor yang Instagramable

Lalu puncak memiliki daya tarik yang tinggi karena memiliki banyak destinasi yang menarik salah satunya adalah Agrowisata Gunung Mas.

Lokasi yang berada di Puncak, membuat perjalanan tidaklah mudah. Banyak jalan yang memiliki tanjakan sangat curam, dan membuat sedikit menegangkan. Selain itu, terdapat juga beberapa titik jalan yang rusak dan bebatuan.

Tetapi di samping jalan yang rusak terdapat pemandangan yang indah, sehingga membuat wisatawan tidak merasa bosan dan jenuh.

Selama perjalanan, matahari terasa terik namun cukup berangin sehingga terasa sejuk.

Memilih berwisata ke Puncak saat weekend ternyata memang pilihan yang kurang tepat tetapi menyenangkan. Banyaknya wisatawan yang berkunjung dan menyebabkan kemacetan yang panjang.

Baca Juga: Melihat Lebih Dekat Destinasi Wisata Perternakan Sapi di Cimory Dairyland Puncak Bogor

Tapi tenang saja, akan diterapkan sistem jalan satu arah, yang mana pengendara dari arah atas diberhentikan dahulu. Sedangkan pengendara dari arah bawah diperbolehkan naik. System ini dilakukan untuk meminimalisir kemacetan yang terjadi.

Perjalanan yang cukup panjang membuat saya merasa kelelahan, sehingga sebelum sampai di tempat tujuan, saya memutuskan berhenti sejenak ke minimarket sekitar sana untuk membeli beberapa snack dan minuman untuk dinikmati di tempat wisata.

Setelah rasa capek hilang akhirnya saya melanjutkan perjalanan, selama perjalanan banyak sekali tempat-tempat wisata lain yang baru saya lihat dan merasa bahwa saat ini puncak memang menjadi salah satu destinasi wisata yang akan digemari banyak orang.

Sepanjang perjalanan, tidak lupa saya mengabadikan beberapa pemandangan dengan smartphone yang sedang saya genggam.

Pemandangan kebun teh dan pegunungan terus menemani perjalanan saya, sehingga membuat saya tidak tahan untuk memotretnya.

Baca Juga: Marianna Resort and Convention Jadi Hotel Bintang 5 Pertama di Samosir, Hassanudin: Bukti Perkembangan Wisata di Danau Toba

Setelah melakukan perjalanan panjang sekitar 1,5 jam dari pusat Kota Bogor, akhirnya sampailah di tempat tujuan yaitu Agrowisata Gunung Mas.

Saat melihat gapura atau gerbang wisata, di sana menjadi tempat wisatawan untuk membeli tiket.

Wisatawan akan dikenakan biaya sekitar 20 ribu rupiah dan 5 ribu rupiah untuk parkir saat weekend. Dari gerbang tersebut membutuhkan waktu sekiranya 7 menit hingga sampai ke tempat tujuan utama yaitu Tea Bridge.

Saat sampai, saya dibuat takjub oleh indahnya pemandangan di sana. Banyak keluarga dan perkumpulan ibu-ibu yang melakukan piknik dan berbincang seru.

Sehingga wisata ini memang sangat cocok dijadikan pilihan destinasi wisata.

Baca Juga: Menjelajahi Destinasi Wisata di Solo yang Difasilitasi oleh Gibran Rakabuming, Cocok untuk Liburan Tahun Baru 2024

Menurut salah satu pengelola di sana, “Saat weekend banyak wisatawan yang berasal dari luar bogor yang datang ke wisata Gunung Mas dan banyak pengunjung yang mengalami kemacetan selama perjalanan ke tempat wisata.”

Tetapi wisatawan merasa puas saat sudah berada di sana.

Di sana terdapat beberapa wahana dan aktivitas yang dapat dicoba oleh wisatawan, seperti Tea Bridge, Flying Fox, Rainbow Slide, Jembatan Kaca dan ATV. Spot wahana dikenakan biaya mulai dari Rp 10.000 per orang hingga Rp 600.000 per orang.

Bagi pecinta foto tentu tidak boleh melewatkan untuk berfoto di Tea Bridge yang mana akan menampilkan pemandangan yang sangat indah.

Lalu bagi yang menyukai permainan, ada Flying Fox dan juga Rainbow Slide yang saat ini sangat terkenal.

Bagi pecinta binatang, wisatawan bisa berfoto dengan beberapa jenis reptil dan juga burung. Selain itu, disana juga terdapat Glamping dan Riverside Camp, jadi bagi wisatawan yang ingin bermalam di sana bisa menyewanya.

Penjaga wahana juga mengatakan, bahwa wahana akan sangat penuh saat weekend seperti sekarang, terutama wahana Rainbow Slide.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata di Bandung yang Tak Boleh Dilewatkan

Memang benar saat saya di sana, terlihat antrian yang panjang hampir di seluruh wahana.

Jangan khawatir bagi anak-anak, di sana juga terdapat wahana yang bisa di naiki. Bahkan disana juga terdapat mesin game arcade balap mobil dan mini bombom car.

Setelah lelah mencoba banyak wahana, wisatawan bisa mengisi perut mereka di foodcourt yang ada disana.

Ada makanan baso, ayam, ricebowl, dimsum, dan makanan lainnya. Tidak lupa juga untuk pecinta kopi terdapat booth yang menjual kopi.

Setelah mengeksplor wahana dan makanan yang ada disana, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan perjalanan pulang.

Saat perjalanan pulang tidak terjadi kemacetan, tetapi waktu sudah menunjukkan bahwa hujan akan turun.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Tempat Wisata Ramah Anak di Bogor yang Asyik dan Menyenangkan!

Akhirnya saat hujan turun, saya memutuskan untuk menepi di salah satu warung kopi yang ada di pinggir jalan.

Walau saat itu saya sudah makan, tentu saja saat ke puncak kita tidak bisa melewatkan untuk makan mie instan, terlebih lagi sangat cocok di udara yang dingin dan hujan.

Selain itu di sepanjang jalan terlihat banyak yang berjualan jagung bakar dan beberapa tempat oleh-oleh.

Melihat hal itu membuat saya tidak bisa menahan diri untuk tidak membelinya. Saya membeli beberapa jagung bakar untuk saya bawa ke rumah dan membagikannya dengan keluarga.

Baca Juga: Bukan Sulap Bukan Sihir, Batu Batik Hanya Ada di Sini, Terbentuk 60 Juta Tahun Lalu, Baru Sekarang Bisa Jadi Objek Wisata

Saat waktu sudah mulai gelap, saya memutuskan untuk segera turun melanjutkan perjalanan untuk menghindari jalan yang gelap dan kabut karena saat itu udara sangat dingin dan didukung oleh turunnya hujan.

Tentu saya melewati kembali rute perjalanan saat pergi ke tempat wisata, dengan jalan yang rusak dan bebatuan, membuat saya harus berhati-hati karena jalan saat itu cukup licin.

Perjalanan pulang tentu terasa lebih cepat dibandingkan dengan perjalanan saat ke tempat wisata, karena saat pulang perjalanan sangat lancar tanpa adanya kemacetan.

Baca Juga: Namanya Curug Bandung, Tapi Lokasinya di Karawang, Kini Jadi Spot Wisata Hidden Gem Air Terjun Paling Sempurna

Dari pengalaman perjalanan ini, saya menyadari bahwa penting untuk bisa meluangkan waktu untuk “berhenti sejenak” atau beristirahat.

Melihat pemandangan, menghirup udara yang sejuk, menikmati waktu bersama orang tersayang, bisa menjadi bagian penting dari waktu istirahat tersebut.

Lika liku perjalanan mungkin memang membuat kita pusing tapi banyak pengalaman menyenangkan lainnya yang dapat mengisi kembali energi kita untuk mulai beraktivitas dengan kesibukan di perkotaan. Siapa nih yang mau ke Kawasan Puncak Bogor?*** Adinda Qothrunnada/Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV-IPB