POJOKSATU.id - Green hospital merupakan konsep perpaduan antara unsur kesehatan dan lingkungan di rumah sakit. Green hospital ini bisa menjadi inovasi dalam penanganan limbah medis.
Kemunculan ide green hospital sebagai respon terhadap memburuknya keadaan lingkungan akibat kontribusi negatif bangunan terhadap lingkungan itu sendiri, salah satunya yaitu pengolahan limbah medis yang dilakukan secara tidak aman.
Membakar limbah medis di area terbuka bisa mengeluarkan gas berbahaya, seperti dioksin dan furan, serta logam beracun seperti timbal, kadmium, dan merkuri serta menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah besar sehingga dapat memperburuk perubahan iklim.
Baca Juga: Dalami Penyebab Ledakan UPS, Puslabfor Polri Datangi Lagi RS Eka Hospital
Pembuangan limbah medis yang terurai secara biologis menghasilkan emisi gas rumah kaca, dan mencemari tanah serta air.
Maka dari itu, perlu adanya penerapan green hospital di rumah sakit untuk penanganan limbah medis tersebut demi menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.
Green hospital atau rumah sakit ramah lingkungan merupakan rumah sakit yang dirancang, dibangun atau direnovasi, dioperasikan, dan dipelihara dengan memprioritaskan aspek kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
Konsep "hijau" mencerminkan pendekatan baru dalam menanggapi isu lingkungan untuk menciptakan lingkungan yang dapat berkelanjutan.
Baca Juga: Sejumlah Barang Bukti Ini Diamankan Puslabfor Terkait Insiden Ledakan RS Eka Hospital Serpong
Konsep keberlanjutan (green) dalam rumah sakit berfokus pada berbagai aspek berikut.
1. Rumah sakit di masa depan harus menjadi lingkungan yang sehat, baik untuk orang di dalamnya maupun untuk lingkungan sekitarnya.
2. Mengurangi tingkat toksisitas dari bahan-bahan yang digunakan di rumah sakit merupakan suatu prioritas.
3. Penting bagi rumah sakit untuk meminimalkan penggunaan sumber daya energi dan air, serta mengurangi produksi limbah.
4. Menyelaraskan kesehatan lingkungan dalam mempertimbangkan prioritas sistem kesehatan sesuai dengan prinsip-prinsip bangunan berkelanjutan.
5. Mengintegrasikan konsep berkelanjutan ke dalam pelayanan kesehatan merupakan bagian integral dari konsep keberlanjutan dalam rumah sakit.
Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Ledakan di Rumah Sakit Eka Hospital yang Bikin Gegana Sampai Turun Tangan
Untuk mewujudkan green hospital ini, rumah sakit perlu menerapkan beberapa prinsip berikut.
1. Rumah sakit harus merancang bangunan dengan fokus pada keamanan dan keselamatan pasien di semua area.
Bahan konstruksi yang digunakan harus dapat mengurangi kebisingan, bersifat tidak beracun, dan memastikan sirkulasi udara dan pencahayaan yang optimal.
2. Prioritas utama dalam desain konstruksi rumah sakit adalah memastikan kemudahan pengendalian infeksi dan kesiapan dalam kondisi darurat.
3. Penting untuk memaksimalkan kenyamanan bagi tenaga medis, staff, pasien, dan keluarga melalui desain yang mengoptimalkan alur kegiatan di rumah sakit.
4. Desain bangunan rumah sakit harus dapat beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi medis, menyesuaikan dengan kebutuhan yang terus berubah.
5. Prinsip-prinsip keberlanjutan (green) harus diterapkan dalam desain dan konstruksi rumah sakit untuk meminimalkan dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi energi.
Baca Juga: Resmikan Oetomo Hospital, Ridwan Kamil: Prioritaskan Layanan Kesehatan bagi Warga Tak Mampu
Berikut ini adalah 9 langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam rumah sakit dengan konsep green hospital.
1. Menghemat Penggunaan Listrik
Memaksimalkan efisiensi energi sehari-hari dan memanfaatkan sumber energi hijau, seperti listrik matahari dan angin.
2. Pengelolaan Air
Mengoptimalkan penggunaan air harian dan mempertimbangkan pemanfaatan air hujan. Penyediaan sumur resapan air juga penting.
3. Mengurangi Penggunaan Kertas
Mengurangi penggunaan kertas dengan cara memperkecil ukuran atau beralih ke format elektronik atau online.
Pemanfaatan kertas daur ulang juga dapat dilakukan.
4. Pengelolaan Limbah
Seluruh bangunan, termasuk rumah sakit pasti memiliki limbah. Perlu adanya pengelolaan limbah medis yang arif bagi lingkungan.
Pastikan pengelolaan limbah medis sesuai dengan standar yang berlaku dengan mengacu pada prinsip-prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Baca Juga: Darurat Diabetes, Eka Hospital Cibubur Kumpulkan Puluhan Tenaga Medis
5. Pengelolaan Sampah
Memilah sampah secara tepat, termasuk organik, non-organik, dan medis. Mendorong perilaku membuang sampah pada tempatnya.
6. Penggunaan Produk Ramah Lingkungan
Menghindari penggunaan bahan seperti plastik dan sterofoam yang sulit terurai. Menggantinya dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan atau produk yang dapat digunakan ulang.
7. Penanaman Pohon
Menanam pohon di lahan kosong untuk menciptakan ruang terbuka hijau dan meningkatkan kualitas udara.
8. Desain Bangunan
Mendesain bangunan dengan mempertimbangkan penggunaan potensi alam secara efisien, termasuk sirkulasi udara dan pencahayaan yang efektif.
9. Pemilihan Bahan Bangunan
Memilih bahan bangunan dan material operasional yang tidak mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.***



