POJOKSATU.id - Anjuran permohonan doa hari ke 11 bulan Ramadhan kali ini adalah memohon kepada Allah SWT untuk menjauhkan diri dari perbuatan yang fasik.

Dalam ajaran Islam, fasik adalah orang yang tidak menaati perintah Allah dan Rasul-Nya. Fasik berasal dari kata dasar al-fisq yang berarti keluar. Untuk itulah, dalam beribadah puasa kita ikhtiar untuk terus memperbaiki diri dengan memohon doa hari ke 11 bulan Ramadhan agar Allah SWT menanamkan kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan.

 Baca Juga: Kesempurnaan Iman, Meniti Jalan Ramadhan Menuju Pencerahan Rohani

Doa hari ke 11 bulan Ramadhan juga mengingatkan kita agar kita tidak berpaling kepada perintah Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 82

فَمَنْ  تَوَلّٰى  بَعْدَ  ذٰلِكَ  فَاُ ولٰٓئِكَ  هُمُ  الْفٰسِقُوْنَ

Faman tawallā ba'da żālika fa ulā'ika humul-fāsiqūn(a)

“Maka barang siapa berpaling setelah itu, maka mereka itulah orang yang fasik.”

Sebab itu, untuk menghindari perbuatan fasik, tidak ada salahnya menyampaikan doa hari ke 11 bulan Ramadhan sebagai berikut.

اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ فِيْهِ الْإِحْسَانَ وَ كَرِّهْ إِلَيَّ فِيْهِ الْفُسُوْقَ وَ الْعِصْيَانَ وَ حَرِّمْ عَلَيَّ فِيْهِ السَّخَطَ وَ النِّيْرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ

Allâhumma habbib ilayya fîhil ihsan wa karrih fîhil fusûq wal ‘isyân wa harrim ‘alayya fîhis sakhatha wannîrân bi’aunika yâ ghiyâtsal mustaghîtsîn

Artinya : Ya Allah! Mohon tanamkanlah ke dalam diriku kecintaan kepada perbuatan baik, dan tanamkanlah ke dalam diriku kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Mohon jauhkanlah dariku kemurkaan-MU dan api neraka dengan pertolongan-MU, Wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan.

 Baca Juga: Meraih Takwa dan Kesucian Jiwa dengan Menjalankan Rangkaian Ibadah di Bulan Ramadhan

Imam Al-Ghazali dalam karyanya, Kitab Mukasyafatul Qulub, mengatakan, fasik adalah orang yang berbuat durhaka, melanggar janji, serta keluar dari jalan hidayah, rahmat, dan ampunan-Nya.

Imam Al-Ghazali juga membagi jenis orang fasik menjadi dua, yaitu fasik kafir dan fasik fajir.

Fasik kafir adalah mereka yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul SAW. Mereka keluar dari hidayah dan masuk ke dalam kesesatan, yaitu mendurhakai perintah Tuhannya.

 Baca Juga: Amalan-Amalan yang Dianjurkan di Bulan Ramadhan, Yuk di Praktikkan

Adapun fasik fajir adalah mereka yang meminum khamar, mengonsumsi makanan yang diharamkan, berzina, mendurhakai perintah Allah lainnya, keluar dari jalan ibadah kepada Allah SWT, masuk ke dalam kemaksiatan. Tetapi mereka tidak menyekutukan-Nya.

Meski memiliki kesamaan sebagai perbuatan fasik, keduanya memiliki perbedaan mendasar.

Pengampunan atas dosa orang fasik kafir hanya didapat melalui dua kalimat syahadat dan bertaubat sebelum wafat. Sedangkan pengampunan atas dosa orang fasik fajir dapat diharapkan pengampunan dengan melakukan taubat sebelum wafat. ***