POJOKSATU.id - Candi Jiwa adalah salah satu destinasi wisata sejarah di Karawang yang banyak keunikan dan kisahnya.

Bangunan Candi Jiwa Karawang terletak di kompleks Percandian Batujaya, berada di tengah-tengah lahan persawahan seluas sekitar 500 hektar.

Candi Jiwa Karawang dianggap sebagai komplek candi tertua di Indonesia. Di bangun antara abad ke 6 dan ke 7 Masehi saat Kerajaan Tarumanegara.

Sehingga Candi Jiwa di Karawang ini lebih tua dari Candi Gedong Songo di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi.

Baca Juga: Tiket Wisata di Karawang Ini Murah Banget dan Rute Mudah, Kunjungi Candi Jiwa Siapkan Topi dan Kacamata Hitam

Peninggalan candi Jiwa Karawang ditemukan pada awal tahun 1980-an dan diekskavasi dari tahun 1992 hingga 2000.

Kompleks Percandian Batujaya di Karawang memiliki sekitar 62 candi lengkap dengan berbagai peninggalan lainnya, seperti artefak kuno, arca, dan manik-manik.

Keunikan struktur candi kuno dari batu bata merah ini menawarkan pengalaman piknik yang mengesankan di tengah keindahan alam.

Dari pusat Kota Karawang, Candi Jiwa Batujaya berjarak bisa ditempuh sekitar 90 menit menggunakan kendaraan dari Jakarta.

Saat hendak memasuki area percandian, pengunjung yang berjalan kaki bisa sambil menikmati keindahan hamparan sawah di sekitarnya.

Tempat ini sangat direkomendasikan bagi pecinta sejarah karena menawarkan wawasan tentang peninggalan kuno di Jawa Barat.

Selain itu, lokasinya yang dikelilingi sawah hijau menambah pesonanya. Wajar jika Candi Jiwa Karawang menjadi destinasi favorit bagi wisatawan.

Candi ini berbentuk tinggi menjulang dengan material dasar bata merah.

Baca Juga: Bukan Borobudur, Candi Tertua Ini Luput dari Perhatian, Jadi Wisata Sejarah di Karawang yang Bikin Terkagum-kagum

Bentuknya berupa gundukan tanah yang berbentuk seperti oval setinggi empat meter dari permukaan tanah.

Dibangun dengan ukuran sekitar 19×19 meter dan tinggi 4,7 meter yang memiliki tangga bersusun.

Pada bagian atas candi, terdapat susuanan bata yang melingkar dan membentuk garis tengah kurang lebih sekitar enam meter.

Sehingga arsitektur candi ini berbentuk seperti bunga teratai yang konon diatasnya terdapat stupa yang merupakan stupa Budha.

Ketika umat Budha melakukan ritual di tempat ini mereka mengitari candi jiwa seturut dengan perputaran arah jarum jam.

Jadi bukan seperti Kabah yang dikelilingi oleh ummat Islam saat tawaf mengitari Kabah yang berlawanan dengan arah jarum jam.

Karena itu, Candi Jiwa dikenal merupakan candi untuk ritual pemujaan kepada Buddha Shakyamuni atau Siddhartha Gautama.

Candi Jiwa juga terlihat sebagai sebuah gundukan tanah seperti bukit kecil yang oleh penduduk disebut unur jiwa.

Baca Juga: Keajaiban Candi Sukuh: Peninggalan Terakhir Kerajaan Majapahit di Jawa Tengah

Menurut legenda lokal, nama "Candi Jiwa" berasal dari kisah bahwa dulunya banyak kambing gembala yang mati di atas reruntuhan candi, sehingga orang percaya tempat tersebut memiliki "jiwa" atau "roh".

Candi Jiwa Batujaya Karawang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti area parkir, warung makan, toilet, tempat duduk, gazebo, dan warung rekreasi.

Selama di Candi Jiwa, Anda dapat menikmati pemandangan sawah yang luas dan menjelajahi candi lainnya, seperti Candi Blandongan atau Segaran V Temple.

Baca Juga: Indonesia Jadi Negara Ke-10 dalam Tur KAWS: Holiday dan Gelar Instalasi Seni di Candi Prambanan Yogyakarta

Lokasi Candi Jiwa yang dikelilingi sawah menawarkan latar belakang alam yang menakjubkan, cocok untuk para penggemar fotografi.

Karenanya, jangan lupa membawa kamera dan memilih busana terbaik untuk mendapatkan foto yang indah di Candi Jiwa Batujaya.

Selain itu, jagalah kebersihan tempat ini dan hindari tindakan vandalisme.

Semoga informasi ini membantu Anda merencanakan perjalanan yang menyenangkan ke Candi Jiwa Batujaya di Karawang, Jawa Barat.***