POJOKSATU.id - Travel vlogger Andy Garcia membagikan pengalamannya menggunakan Samsung Galaxy S26 Ultra untuk membuat konten traveling.
Menurutnya, ada beberapa peningkatan yang langsung terasa dibanding generasi sebelumnya, Galaxy S25 Ultra.
Andy menyebut setidaknya ada tiga hal yang paling menonjol dari Galaxy S26 Ultra, yakni aperture kamera, sistem stabilisasi, dan fleksibilitas warna saat proses editing video.
Baca Juga: Samsung Galaxy A57 5G Resmi Hadir di Indonesia, Harga Naik tapi Fiturnya Makin Premium
Buat menghasilkan video dengan nuansa lebih sinematik, Andy mengandalkan fitur Samsung Log yang tersedia di perangkat tersebut.
Fitur ini memudahkan proses penentuan gradasi warna saat editing.
Samsung Log sendiri merupakan teknik perekaman video dengan rentang dinamis luas, sehingga kamera mampu menangkap detail area gelap maupun terang secara lebih maksimal.
Teknik ini penting terutama untuk kebutuhan color grading agar hasil video terlihat lebih profesional.
Baca Juga: James Freddy Sundah
Menurut Andy, fitur Log di Galaxy S26 Ultra terasa sangat membantu karena sudah dilengkapi preset LUT bergaya sinematik.
Menariknya lagi, pengguna bisa langsung melihat preview hasil akhir video saat proses perekaman berlangsung tanpa harus menunggu masuk tahap editing terlebih dahulu.
"Dengan format Log saya sudah terbiasa, tapi preset LUT-nya yang benar-benar menghemat waktu. Saya bisa langsung lihat apakah look-nya di empat LUT yang tersedia sudah sesuai karakter konten saya tanpa harus tunggu masuk editing dulu," kata Andy.
Samsung Galaxy S26 Ultra diketahui membawa lima preset LUT atau preset warna yang mendukung perekaman video dengan dynamic range luas.
Teknologi ini membuat pengguna lebih fleksibel saat mengatur tone warna untuk menghasilkan video bergaya cinematic dengan lebih mudah.
Selain fitur Log, Andy juga mengaku puas dengan kemampuan aperture f/1.4 yang ada di kamera Galaxy S26 Ultra.
Baca Juga: Emas Melemah Usai Isu Perdamaian AS-Iran, Tapi Diprediksi Bisa Tembus USD 5.200
Menurutnya, aperture lebih lebar memungkinkan cahaya masuk lebih banyak sehingga hasil video tetap terang meski berada dalam kondisi low-light atau pencahayaan minim.
Efek blur background juga disebut terlihat lebih natural.
Dukungan ProVisual Engine dari Samsung membuat detail tekstur video tetap tajam dan terjaga.
Baca Juga: AS Bombardir Situs Rudal dan Intelijen Iran Saat Gencatan Senjata Masih Berlaku
"Travel itu dinamis, dan momen terbaik sering muncul di kondisi low-light. Perbedaan f/1.7 ke f/1.4 itu kelihatan banget hasilnya, terutama pas shoot di kondisi yang tidak bisa diulang," ujarnya.
Perkembangan kamera smartphone memang semakin cepat.
Kini, membuat video ala sinema tak lagi harus memakai kamera mahal dan perlengkapan rumit.
Kadang, momen terbaik saat traveling justru datang tiba-tiba, dan teknologi yang praktis bisa jadi penyelamat untuk mengabadikan cerita yang tak akan terulang lagi.***


