Dokter Konsumen
Profesi lebih taat pada kode etik dibanding ke undang-undang. Menteri lebih taat pada UU --tidak terikat pada kode etik. Ketaatan dokte
Topik
12 artikel
Profesi lebih taat pada kode etik dibanding ke undang-undang. Menteri lebih taat pada UU --tidak terikat pada kode etik. Ketaatan dokte
Kali ini saya ke vihara di Tiongkok sebagai pendamping jemaah yang sembahyang. Tentu saya sudah tahu bagaimana orang Buddha sembahyang
Hampir semua penontonnya orang Tionghoa. Jarang yang minum bir. Beda dengan nobar di Amerika atau Eropa. Kalau toh ada satu dua bule itu
Kita harus ingat: kepentingan utama rumah di stasiun adalah untuk mereka yang berpenghasilan tetap tapi rendah
kenyataan di Chongqing itu sudah menghilangkan satu alasan penolakan yang lebih besar: soal keamanan. Padahal soal aman atau tidak para insi
Jonan menerima bintang Mahaputera dari Vatikan. Ia termasuk sedikit orang Indonesia yang menerima empat bintang sekelas Mahaputera
Zhou Hei Ya sudah sudah mengubah bebek dari sekadar lauk menjadi makanan ringan. Untuk lauk hanya dipakai makan dua kali. Sebagai camilan
Maka di Apollo generasi keenam semua itu hilang: tidak ada setir, tidak ada dashboard, tidak ada pedal gas. Tidak ada pedal rem
Debat Santri nanti pun seperti itu. Bebas. Boleh atas nama pondok pesantren, boleh juga tim independen. Di babak penyisihan sistemnya gugur
Satu SMA Sekolah Rakyat akan menampung 1.000 siswa. Untuk tiga kelas. Berarti penerimaan siswa di tahun pertama ini sekitar 350 orang
Belakangan ramai lagi di medsos. Sampai ada yang bilang 11.000 persen ijazah itu palsu. "Di tahun ijazah itu diterbitkan UGM
Direktur RSUD Hillers, seorang wanita. dr Clara. Dokter umum. S-2 nyi di bidang kesehatan masyarakat. Clara orang baik