POJOKSATU.id, SUMUT - Di tengah persaingan bisnis yang makin ketat, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk mengambil langkah strategis dengan memperkuat daya saing UMKM perempuan.

Hal itu dilakukan agar UMKM perempuan mampu naik kelas hingga menembus pasar global melalui program Kompetisi Modal Pintar Sisternet 2026.

Program ini bukan sekadar kompetisi biasa. Lebih dari itu, Kompetisi Modal Pintar 2026 menjadi model inkubasi bisnis yang menggabungkan pembinaan intensif, akses digital, hingga strategi ekspansi global.

Baca Juga: Uu Ruzhanul Ulum Minta Kader PPP Karawang Berani Maju Jadi Bupati

Menariknya, antusiasme pelaku usaha perempuan terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 33.000 peserta dari seluruh Indonesia.

Angka ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendampingan bisnis yang terstruktur semakin tinggi, terutama di kalangan womenpreneurs.

Namun demikian, hanya 25 finalis yang berhasil lolos ke tahap mentoring intensif selama sekitar 10 minggu.

Baca Juga: Fenomena Rumah Ambruk Meningkat, DPRD Cirebon Desak Perubahan Kebijakan Mendesak

Dalam fase ini, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung dibekali strategi praktis, mulai dari penguatan model bisnis, pemasaran, hingga kesiapan ekspor.

Di tahap akhir, para finalis diuji melalui sesi pitching di hadapan dewan juri independen.

Penilaian mencakup berbagai aspek krusial seperti keunggulan kompetitif, strategi pertumbuhan, pengelolaan keuangan, legalitas usaha, hingga dampak sosial.

Baca Juga: Lulus Magister dari Binus University, Tasya Revina Ungkap Perjuangannya Tuntaskan S2 dari Hamil hingga Menyusui, Bahkan Harus Mengulang Tesis Dua Kali

Hasilnya, tujuh pelaku UMKM perempuan terpilih sebagai pemenang dan mendapatkan total modal usaha sebesar Rp200 juta.

Dana ini tidak hanya digunakan untuk produksi, tetapi juga untuk sertifikasi, legalitas, hingga ekspansi pasar.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi UMKM perempuan saat ingin berkembang.

“Kami melihat potensi besar dari pelaku UMKM perempuan di Indonesia. Program ini kami dorong agar mereka tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga siap bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Baca Juga: Harga Emas Tertekan Sementara Perak Fluktuatif, Begini Prospek Logam Mulia Pekan Ini

Salah satu pembaruan utama dalam KMP 2026 adalah penekanan pada tema Go Export.

Artinya, peserta tidak hanya didorong untuk berkembang di dalam negeri, tetapi juga diarahkan untuk masuk ke pasar internasional.

Pendekatan ini diperkuat dengan kurikulum aplikatif yang mencakup strategi finansial, legalitas, hingga kesiapan produk untuk ekspor.

Selain itu, dukungan teknologi melalui aplikasi Sisternet juga menjadi faktor pembeda.

Baca Juga: SMAN 5 Karawang Gelar Perpisahan Sederhana di Sekolah, Siswa Pakai Seragam Putih Hitam

Dengan fitur seperti DigiHer dan AI Assistant, peserta mendapatkan akses pembelajaran bisnis yang lebih modern dan terintegrasi.

Pengumuman pemenang dilakukan dalam acara XLSMART Day di ICE BSD, yang dihadiri ribuan karyawan dan keluarga besar perusahaan.

Namun, yang menarik bukan hanya seremoni penyerahan hadiah.

Acara ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perusahaan, karyawan, dan masyarakat melalui berbagai aktivitas seperti edukasi digital, pengelolaan e-waste, hingga showcase program pemberdayaan.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Apresiasi Polisi Tangkap Begal Kurir, Farhan Waspadai Dugaan Rekrutmen Kelompok Kriminal

Fakta ini semakin menegaskan bahwa program seperti KMP 2026 bukan hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga membentuk budaya perusahaan yang lebih inklusif dan berorientasi pada dampak sosial.

Berdasarkan penilaian menyeluruh dari juri independen, XLSMART menetapkan para pemenang KMP 2026 sebagai berikut:

- Juara 1 – Zaqia Yuliana Pratiwi, Amertapetfood.id, Bogor
Modal usaha sebesar Rp. 45.000.000 akan digunakan untuk produksi produk, sertifikasi, marketing dan branding.

- Juara 2 – Marina Noor Prathivi, Tepung Lokallola, Bogor
Modal usaha sebesar Rp40.000.000 akan digunakan untuk pengajuan klaim gluten free BPOM di semua SKU, dan uji lab pendukung untuk mendapatkan legalitas BPOM.

Baca Juga: Kota Bandung Memanas Saat Demo May Day, Farhan Sakit Tipes: Aksi Anarkis Disebut Bukan Ulah Buruh

- Juara 3 – Fenti Pramita
Modal usaha sebesar Rp35.000.000 akan digunakan untuk Pengadaan Alat Peraga Edukasi (APE) dan Bahan Baru, Investasi pada alat stimulasi sensory dan nature-play berkualitas tinggi sebagai standar fasilitas yang akan diimplementasikan, serta branding dan marketing.

- Juara 4 – Meybi Agnesya Lomanledo, Timor Tengah Selatan, NTT
Modal Usaha Sebesar Rp30.000.000 akan digunakan untuk pengadaan bahan baku dan peningkatan kapasitas produksi, termasuk pembelian daun kelor organik, perbaikan/perawatan alat pengering, stok kemasan, serta pemasaran digital.

- Juara 5- Rr Dina Rahayuningsih, Jeolfood id, Bandung
Modal usaha sebesar Rp25.000.000 akan digunakan untuk pembelian peralatan pengolahan makanan, pengemasan, dan riset serta pengembangan produk

Baca Juga: Dari Sini Polisi Lacak Komplotan Pembunuhan Dumaris Sitio Sehingga Terbongkar

- Juara 6 – Camilla Okdriana Dewi, Alivejewerly, Jakarta Utara
Modal usaha sebesar Rp15.000.000 akan digunakan untuk - Pembelian packaging baru, dan display produk di toko utama seperti di Sarinah, Alun-alun, Kemchick, Pendopo.

- Juara 7 – Putri Lailatul Maghfiroh, Robotku School, Jawa Timur
Modal usaha sebesar Rp10.000.000 akan digunakan untuk pengadaan 32 kit robotik (1 kit per semester per sekolah) guna mendukung ekspansi Robotku School ke sekolah baru, dan untuk digital marketing ads yang menyasar sekolah-sekolah potensial agar awareness terhadap program ***