POJOKSATU.ID - Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

Seorang pengendara sepeda motor, Maretti Zendrato (59), tewas seketika setelah tertabrak kereta penumpang Sianțar Express 102, Selasa siang (20/5/2025), sekitar pukul 14.39 WIB.

Peristiwa ini terjadi di Gang Lintasan Penyeberangan Jalan Tongkol menuju Jalan Mujahir, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar.

Baca Juga: Menteri Pertanian Jepang Mengundurkan Diri Akibat Kontroversi di Tengah Ancaman Krisis Beras

Menurut Kapolsek Siantar Timur, Iptu Edy J.J. Manalu, kecelakaan bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Supra X BK 6461 WW dari arah Jalan Tongkol dan hendak melintasi rel menuju Jalan Mujahir.

Pada saat bersamaan, kereta api Sianțar Express yang datang dari Medan melaju menuju Stasiun Pematangsiantar.

"Saksi di lokasi, Wahyu Laila Pardede (29), sudah meneriaki korban agar waspada karena kereta mendekat. Namun diduga korban tidak mendengar peringatan tersebut," ujar Iptu Edy Manalu saat dikonfirmasi Rabu (21/5/2025).

Baca Juga: SUDAH DIRILIS! Cek Daftar Penerima Tunjangan Insentif Bagi Guru Non ASN, Ada 20.623 Orang yang Akan Terima Transferan!

Benturan keras tak terhindarkan. Bagian depan kanan kereta langsung menghantam sepeda motor yang dikendarai Maretti.

Akibatnya, tubuh korban terpental sejauh sekitar 10 meter dan tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan, termasuk kaki kiri dan beberapa bagian tubuh remuk.

Kereta api tetap melanjutkan perjalanan menuju stasiun, sementara warga sekitar yang panik segera menghubungi pihak kepolisian.

Baca Juga: SOLUSI yang Harus Dilakukan Bapak Ibu Guru Jika Terjadi Kesalahan saat Mengerjakan E Ijazah, Seperti Salah Upload SK hingga Salah Masukkan Data KS!

Tim piket Polsek Siantar Timur dan Unit Gakkum Satlantas Polres Pematangsiantar langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Jenazah korban telah dibawa ke ruang jenazah RSUD dr. Djasamen Saragih. Barang bukti sepeda motor juga telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," jelas Kapolsek.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintasi perlintasan kereta api, terutama yang tidak dilengkapi palang pintu dan sinyal pengaman.

Baca Juga: Kesal dengan Pernyataan Puteri Indonesia Kalimantan Tengah 2024 yang Menuding Mesa Anak Titipan Indonesian Idol 2025, Rossa : Itu Fitnah

Insiden ini menambah panjang daftar korban jiwa akibat kurangnya fasilitas keselamatan di perlintasan kereta api.

Diharapkan pemerintah dan PT KAI dapat meninjau ulang kebutuhan infrastruktur keselamatan di titik-titik rawan kecelakaan, demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. ***