POJOKSATU.id, INARA RUSLI memberikan pembelaan terhadap serangan netizen yang mempersoalkan dirinya yang sudah aktif di luaran, lepas cadar dan bermake up meski dalam masa iddah.
Inara Rusli menekankan dirinya aktif baik bekerja dan segala macam, semua demi anak-anaknya.
"Anak butuh sekolah, anak butuh makan, emang kita harus ngemis sama bapaknya terus," tegasnya dilansir Pojoksatu.id dari YouTube Denny Sumargo, Senin (5/6/2023).
Dia tak menampik memiliki uang pegangan, namun jika dia tak bekerja maka bisa habis dan akan berpengaruh ke anak-anaknya juga.
"Ya seada-adanya (uang) kalau dipakai terus akan habis terus. Bayar lawyer segala macam, kan kasusnya banyak, enggak perdata doang, ada pidananya, ada perdata perjanjian niaga, perjanjian royalti, jadi banyak hal," jelasnya.
Inara juga mengatakan jika selama ini memegang uang Virgoun, maka setelah mereka bertengkar hebat, tidak lagi.
"Terakhir aku enggak pegang lagi. Terakhir kita ribut, dia enggak pulang kan itu (uang) ke dia semua. Dia punya akses dari kantor bisa ke dia juga (uangnya)," sebutnya.
BACA JUGA : Haters Bermunculan, Inara Rusli Sarankan Blok Akunnya Daripada Menebar Kebencian
BACA JUGA : Natasha Rizki Dianggap Lebih Baik Mengatasi Persoalan Rumah Tangga, Inara Rusli Beri Balasan Menohok ke Netizen
Inara mengakui Virgoun memang memberi uang tapi itu pas-pasan dan tidak sesuai perjanjian. Dimana hitamm di atas putih, Virgoun sejatinya harus memberi nafkah anak-anaknya Rp40 juta sebulan. Namun, nyatanya yang ditransfer Rp19 juta.
"Buat sekolah dan kursus aja sampai Rp20 juta)," sambungnya.
Sehingga tak ada pilihan baginya untuk bekerja secepat mungkin. Jadi dia tak peduli omongan warganet.
"Kalau sudah gitu gimana, masa aku ngemis ke netizen. Masa harus (ngemis), orang enggak cacat, masih produktif juga. Ada dalilnya masa iddah memang darurat harus nyari nafkah. Misal si eks enggak bisa ngasih, enggak bisa mencukupi, (istri) boleh untuk kerja keluar," paparnya.
Inara mengatakan saat ini enggan menanggapi apapun komentar netizen berlebihan.
"Terserah aja kan aku sudah bilang orang pro dan kontra, yang kontra ngapain aku dengarin, aku dah capek, segala macam aku urusin sampai ke isi kulkas," tegasnya.
Sementara itu, dilansir dalam laman justika, berdasarkan buku Quraish Shihab menyebutkan bahwa waktu iddah merupakan waktu berkabung bagi istri ditinggalkan oleh suaminya sehingga tidak diperkenankan untuk memakai riasan dan wewangian pada pakaian dan badannya.
Masa iddah wanita yang menggugat cerai suaminya yaitu satu kali periode haid berlangsung. Masa iddah istri gugat cerai suami itu dimulai saat putusan pengadilan agama telah berkekuatan hukum tetap. (nin/pojoksatu)
