POJOKSATU.id, HOST kawakan dan ternama Amerika Serikat, Jerry Springer meninggal dunia pada usia 79 tahun, setelah berjuang melawan sakit kanker pankreas yang menggerogoti tubuhnya.

Pria yang berangkat sebagai jurnalis dan sempat menjabat sebagai mantan Wali Kota Cincinnati, ini meninggal dunia di Kota Chicago, Kamis (27/4/2023) waktu setempat.
Hal ini disampaikan juru bicara keluarga dan teman lama Jerry Spinger, Jean Galvin.

Galvin menyebutkan sosok Jerry Springer yang memiliki banyak bakat di berbagai bidang. “Kemampuan Jerry untuk terhubung dengan orang-orang adalah inti dari kesuksesannya dalam segala hal yang dia coba, baik itu politik, penyiaran, atau sekadar bercanda dengan orang-orang di jalan yang menginginkan foto atau kata-kata,” sebutnya dilansir dari NBC, Jumat (28/4/2023).

"Dia tak tergantikan, dan kehilangannya sangat menyakitkan, tapi ingatan akan kecerdasan, hati, dan humornya akan terus hidup," sambungnya.

Semasa karirnya hingga di ujung usianya, Jerry menjalankan The Jerry Springer Show yang sangat ternama di negeri Paman Sam. Acara ini dimulai sejak tahun 1991 hingga 2018.

The Jerry Springer Show cukup tersohor karena acapkali mendatangkan tamu dengan bahasan kontroversi bahkan acara itu sering kali dicap konyol. Namun, karena itu juga mampu menyaingi "The Oprah Winfrey Show".

BACA JUGA : 12 Tahun Bersama, Empat Member Grup APINK Hengkang dari Agensi

Jerry Springer lahir pada 13 Februari 1944 dengan nama Gerald Norman Springer di stasiun kereta bawah tanah London yang digunakan sebagai tempat perlindungan bom melawan serangan udara Jerman.

Keluarganya pindah ke AS, dan Springer dibesarkan di New York City, di mana dia lulus dari Sekolah Menengah Forest Hills di Queens.

Springer belajar ilmu politik di Universitas Tulane dan menerima gelar sarjana hukum dari Sekolah Hukum Northwestern. Dia bergabung dengan kampanye presiden Robert Kennedy pada tahun 1968 dan berpartisipasi dalam protes anti-perang besar-besaran di Konvensi Nasional Demokrat tahun itu di Chicago.

Dia menetap di Cincinnati dan segera berperan aktif dalam politik, akhirnya menjadi wali kota.

Dia memenangkan pemilihan Dewan Kota pada tahun 1971, tetapi dia mengundurkan diri pada tahun 1974 setelah dia mengaku telah menggunakan jasa pelacur, beberapa di antaranya dia bayar dengan cek.

Skandal itu tidak menenggelamkan Springer, dan keterbukaannya tentang perselingkuhan tersebut sebagian besar dikutip untuk kembalinya politiknya.

Dia memenangkan pemilihan kembali ke dewan pada tahun 1975 dan menjabat sebagai wali kota selama satu tahun mulai tahun 1977.

Springer melakukan satu kesempatan lagi dalam politik pada tahun 1982, mencalonkan diri sebagai gubernur Ohio. Dia finis ketiga di pemilihan pendahuluan Demokrat, memenangkan 20,4% suara. Springer kemudian mengalihkan perhatiannya ke televisi.

Keluarga Jerry Springer meminta publik yang berbelasungkawa untuk tidak mengirimkan bunga, melainkan memberi sumbagan kepada orang yang membutuhkan.

"Untuk mengingat Jerry, keluarga meminta sebagai pengganti bunga, Anda mempertimbangkan untuk mengikuti semangatnya dan memberikan sumbangan atau berkomitmen untuk tindakan kebaikan kepada seseorang yang membutuhkan atau organisasi advokasi yang layak. Seperti yang selalu dia katakan, 'jaga dirimu, dan satu sama lain," demikian pernyataan pihak keluarga. (nin/pojoksatu)