POJOKSATU.id, Purwakarta - Cuma di Gen34 Ifa Faizah Rohmah Apa yang bisa seru-seruan berkumpul dan berkolaborasi dalam dunia kreatif.
Hanya di komunitas ini, relawannya bisa sekaligus mendapatkan keterampilan berlebih di dunia konten kreator.
"Ya, mereka yang bergabung di Gen34 harus sudah melangkah dari 4, bukan dari 0," kata Ayu Lutfiah, Projects Officer Gen34 Ifa Faizah Rohmah.
Gen34 Ifa Faizah Rohmah lahir dari insipirasi Ifa Faizah Rohmah, calon DPD RI dari Jawa Barat nomor 34. Dia lahir memberikan ruang bagi genzi di Jawa Barat untuk mendapatkan asupan keterampilan dalam dunia kreatif.
Ifa, akrab dipanggil Teh Ifa, paham betul pentingnya ekonomi kreatif di Jawa Barat. Lahirlah komunitas Gen34 sebagai wadah insan muda yang ingin mendapatkan keterampilan yang konkret.
Baca Juga: Ifa Faizah Rohmah Miliki Dedikasi Pendidikan Berbasis Ilmu Agama
Ayu lantas membeberkan keterampilan apa saja yang dapat diperoleh anggota tim. Di antaranya pelatihan editing, media sosial spesialis, digital marketing, penulisan naskah, hingga bagaimana menjadikan konten sebagai sumber pendapatan.
"Ada bussines model juga di Gen34. Ada revenue stream dalam rancangan program pelatihannya. Jadi jelas arah daya tawar konten yang mereka bikin. Tidak sekadar kumpul-kumpul tanpa makna," kata Ayu.
Setiap hari, selama 5 jam semua anggota wajib membuat konten, mendiskusikan hasilnya, dan mengevaluasi bersama. Mereka bisa saling melengkapi soal ide.
"Umumnya konten kreator pemula cuma berdasarkan harapan dengan kapasitas nol. Mereka hanya tahu yang penting posting. Tapi di Gen34 kami lengkapi kapasitas mereka agar punya daya seperti bom," kata Ayu.
Ayu juga menjelaskan, sutradara film dan FTV bergabung dalam Gen34 untuk memberikan mentoring khusus bagi anak-anak Gen34.
Baca Juga: Lahirnya Generasi Bertalenta: Ifa Faizah Rohmah Menyemai Inspirasi dan Bimbingan
Dia memberikan sejumlah tips dan trik memproduksi konten dalam bentuk video pendek atau panjang.
Dalam dunia konten, kata Ayu, paling sulit adalah konsistensi. Nah, di Gen34 ada key performance indicator (KPI) agar mereka tetap konsisten.
"Kami juga punya disiplin yang ketat agar mereka fokus pada produksi. Soal kreativitas, kami menyerahkan pada mereka. Konten kreator itu kan dunia serius, jadi nggak bisa main-main juga. Tapi mereka senang kok," pungkas Ayu.***



