POJOKSATU.id – Ketua LQ Indonesia Law Firm, Alvin Lim, menanggapi pernyataan mantan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebut dirinya sebagai narapidana yang kabur dari kasus hukum. Alvin membantah tuduhan tersebut, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melarikan diri.

Dia menjelaskan bahwa ketidakhadirannya dalam pemeriksaan hukum waktu itu karena sedang menjalani pengobatan akibat penyakit gagal ginjal.

"Dalam podcast, Mahfud menyebut saya kabur. Padahal, saya sedang menjalani perawatan karena divonis gagal ginjal. Saya sudah menyampaikan surat terkait kondisi kesehatan saya," ujar Alvin dalam podcast 'Cerdas Hukum', Kamis (19/9).

Baca Juga: Alvin Lim Kritik Mahfud MD Soal Jet Pribadi

Kisruh antara Alvin dan Mahfud bermula dari kritik Alvin terkait penggunaan jet pribadi oleh Kaesang Pangarep, yang menurut Mahfud seharusnya diperiksa oleh KPK sebagai dugaan gratifikasi. Alvin kemudian menanggapi dengan mengingatkan bahwa Mahfud sendiri pernah menggunakan jet pribadi saat menjabat Ketua MK.

Namun, alih-alih merespons kritik tersebut, Mahfud justru menyerang pribadi Alvin. Menurut Alvin, Mahfud seharusnya merespons substansi kritiknya, bukan menyerang secara personal.

"Mahfud menunjukkan sikap yang tidak etis. Ketika dikritik soal kebijakannya, ia malah menyerang pribadi saya, padahal saya hanya mengkritik opininya. Ini bukan cara yang tepat untuk menjawab kritik," kata Alvin.

Baca Juga: Komisi III Komentari Kasus Panji Gumilang, LQ Indonesia Law Frim Tegasjab DPR Bukan Juru Bicara Polri

Alvin juga mengkritik Mahfud selama menjabat sebagai Menko Polhukam, yang menurutnya tidak pernah memperjuangkan masyarakat, termasuk korban investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. Alvin menyebut Mahfud tidak pernah merespons permohonan bantuan dari korban.

"Mahfud lebih mengakomodasi kelompok yang ingin memakzulkan Presiden Jokowi daripada membantu masyarakat," tegas Alvin.

Lebih lanjut, Alvin menantang Mahfud untuk mengkritik Presiden terpilih Prabowo Subianto, menuduh Mahfud bersikap penjilat karena berharap posisi di kabinet Prabowo.

"Mahfud tidak akan berani mengkritik Prabowo karena berharap jadi menteri. Inilah sifat orang munafik," pungkas Alvin.