POJOKSATU.ID – Belakangan, publik tengah dihebohkan dengan fenomena harga jual mobil listrik bekas di Indonesia.

Sebab, harga jualnya dinilai sangat jauh berbeda dengan mobil dengan jenis bahan bakar bensin atau solar.

Dalam konteks ini, mobil listrik bekas yang turun nyaris sentuh 50 persen atau sekitar ratusan juta tidak lain adalah BYD.

Baca Juga: Kisah Cinta Berawal dari Sinetron hingga ke Pelaminan, Berikut 7 Fakta Pernikahan Amanda Manopo dan Kenny Austin

Berdasarkan informasi beredar, mobil bekas listrik buatan China tersebut tidak hanya menyasar ke satu jenis saja.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @unikinfold pada Sabtu (11/10/2025).

Dalam unggahannya, tampak jelas tidak hanya satu jenis mobil listrik BYD saja yang mengalami penurunan drastis.

Baca Juga: Aturan Baru Dana BOS 2025: Perubahan Besar yang Perlu Diketahui Sekolah

Melainkan, sejumlah mobil buatan Negeri Tirai Bambu tersebut baik dari segi jenis maupun tipenya juga ikut terdepresiasi.

Yang mana, penurunan itu kurang lebih terjadi selepas perkiraan pemakaian satu hingga dua tahun lamanya.

Di antaranya, BYD Seal Perfomance AWD yang memiliki harga baru pada 2024 Rp719 juta, apabila dijual bekas menjadi Rp465 juta.

Baca Juga: Bangga! Kopka Imat Prajurit Kodim 0604 Karawang Raih Juara 1 Lomba Kultum HUT ke-80 TNI

Selanjutnya, penurunan harga itu menyasar ke tipe mobil BYD Seal Premium RWD yang dibanderol Rp440 juta dari harga baru di tahun serupa Rp629 juta.

Kemudian, BYD Atto 3, konsep mobil listrik yang berbeda jenis dihargai Rp335 juta dari harga sebelumnya Rp515 juta pada 2024.

Terakhir, mobil listrik dengan konsep interior premium, yakni Chery Omoda E5 yang terdepresiasi sebesar Rp203 juta.

Baca Juga: Cara Menyusun LPJ Dana BOS yang Benar dan Akuntabel, Aman dari Jerat Hukum

Di mana, mobil yang dikenal dengan performa tangguh jarak tempuh 430 km tersebut sebelumnya dijual dengan harga baru Rp498 juta.

Berdasarkan informasi beredar, penyebab harga mobil bekas listrik BYD mengalami penurunan drastis tidak lain lantaran waktu penggunaan baterai.

Sebab, baterai yang menjadi pilar utama berjalannya mobil listrik tersebut kian tergerus dari segi kualitas tiap pemakaiannya.

Baca Juga: Menko Pangan RI Panen Brokoli hingga Ayam Petelur di Rumah Pangan PNM

Ditambah, harga baru dari baterainya sendiri disinyalir mencapai setengah dari nominal satu unit mobil listrik.

Tidak heran, fenomena ini sontak menarik perhatian publik, terlebih golongan masyarakat “mendang-mending”.

Sebab, mereka menilai penurunan yang terjadi pada mobil listrik BYD tersebut sangat bertolak belakang dengan kendaraan bertenaga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca Juga: Danrem 063/SGJ Pimpin Sertijab dan Serahkan Hadiah Lomba HUT ke-80 TNI

“Mending gw beli toyota sisa nya buat nyimpen antam. Ngecasnya lama banget,” cuit akun @budii$#! dan @plag$#!.

“Beli mobil listrik berarti siap pakai sampai rusak, bukan untuk gonta ganti atau dijual,” ketikan akun @wo$#!. ***