POJOKSATU.id - Seberapa irit Yamaha Gear Ultima ketika dipakai menempuh perjalanan jauh? Catatan dari GEAR ULTIMATE RIDE Celebes Expedition 2026 memberikan gambaran menarik.
Dalam perjalanan sejauh 2.740 kilometer melintasi Sulawesi, empat unit Gear Ultima mencatat konsumsi bahan bakar rata-rata 57,63 kilometer per liter (km/l).
Angka tersebut diperoleh Yamaha menggunakan metode full-to-full, yakni membandingkan jarak tempuh dengan jumlah bahan bakar yang kembali diisi hingga tangki penuh.
Tak hanya mencatat angka rata-rata, ekspedisi tersebut juga menghasilkan catatan terbaik. Pada etape Gorontalo-Manado, satu unit Gear Ultima mampu menempuh 311 kilometer dari kondisi tangki penuh hingga bahan bakar habis.
Berdasarkan catatan Yamaha, hasil tersebut setara dengan konsumsi 60,98 km/l.
"Yang membuat perjalanan semakin menyenangkan adalah konsumsi bahan bakarnya yang irit. Dengan satu tangki penuh, kami bisa menempuh 311 kilometer dari kondisi bensin penuh sampai bahan bakar habis," ujar Ariyanto, peserta GEAR ULTIMATE RIDE Celebes Expedition pada etape ketiga.
Menempuh 2.740 Kilometer Melintasi Sulawesi
GEAR ULTIMATE RIDE Celebes Expedition 2026 berlangsung sekitar 20 hari. Perjalanan dimulai dari Makassar dan berakhir di Manado, dengan rute yang melewati empat provinsi, tujuh kota, dan 23 kabupaten.
Total jarak yang ditempuh mencapai sekitar 2.740 kilometer dan terbagi dalam tiga etape.
Etape pertama mengambil rute Makassar-Palu dengan jarak lebih dari 1.100 kilometer. Perjalanan kemudian berlanjut dari Palu-Gorontalo sejauh lebih dari 1.000 kilometer pada etape kedua.
Sementara etape terakhir membawa peserta dari Gorontalo menuju Manado dengan jarak sekitar 550 kilometer yang ditempuh selama empat hari.
Menariknya, perjalanan tersebut tidak hanya melewati jalan perkotaan atau jalur aspal yang mulus.
Peserta juga menghadapi berbagai karakter jalan, mulai dari tanjakan dan jalan berbatu di kawasan pegunungan, jalur pesisir, jalan antarkota, tikungan tajam, permukaan berlumpur, hingga aliran sungai kecil menuju Air Terjun Hulia Ilohuuwa.
Kondisi yang beragam ini membuat catatan konsumsi bahan bakar menjadi lebih relevan sebagai gambaran penggunaan di perjalanan nyata.
Sebab, motor tidak hanya berjalan dengan kecepatan konstan di jalan datar, tetapi harus menghadapi perubahan elevasi, kondisi permukaan jalan, lalu lintas, serta gaya berkendara.
Bedakan Angka 57,63 Km/L dan 60,98 Km/L
Ada dua angka konsumsi bahan bakar yang muncul dari ekspedisi ini, yakni 57,63 km/l dan 60,98 km/l. Keduanya tidak bisa disamakan karena diperoleh dalam konteks pengukuran yang berbeda.
Angka 57,63 km/l merupakan rata-rata konsumsi bahan bakar selama rangkaian ekspedisi yang dihitung dengan metode full-to-full.
Sementara 60,98 km/l merupakan catatan terbaik pada rute Gorontalo-Manado. Pada perjalanan tersebut, satu unit Gear Ultima tercatat mampu menempuh 311 kilometer dari kondisi tangki penuh hingga bahan bakar habis.
Dengan kata lain, angka 57,63 km/l lebih tepat digunakan untuk menggambarkan rata-rata konsumsi selama perjalanan ekspedisi, sedangkan 60,98 km/l merupakan pencapaian terbaik pada kondisi dan rute tertentu.
Catatan ini juga bukan hasil pengujian laboratorium. Konsumsi bahan bakar di dunia nyata bisa berubah tergantung banyak faktor, seperti bobot pengendara dan barang bawaan, gaya berkendara, kondisi lalu lintas, kontur jalan, cuaca, tekanan ban, hingga kondisi kendaraan.
Mengandalkan Mesin Blue Core Hybrid 125 cc
Yamaha Gear Ultima dibekali mesin Blue Core Hybrid 125 cc. Teknologi tersebut dirancang untuk memberikan perpaduan antara respons tenaga dan efisiensi bahan bakar untuk kebutuhan penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Skutik ini juga dilengkapi Stop & Start System yang membantu meningkatkan efisiensi ketika motor berhenti dalam kondisi tertentu.
Dari sisi kapasitas, Gear Ultima memiliki tangki bahan bakar 5,1 liter. Kombinasi kapasitas tangki dan konsumsi bahan bakar menjadi salah satu faktor yang menentukan seberapa sering pengendara perlu berhenti untuk mengisi bensin saat melakukan perjalanan jauh.
Namun, catatan 311 kilometer dalam sekali tangki pada ekspedisi tersebut tidak bisa dianggap sebagai angka pasti untuk semua pengguna. Kondisi jalan, beban, kecepatan, serta kebiasaan berkendara sangat memengaruhi jarak tempuh aktual.
Gaya Berkendara Ikut Menentukan
Teknologi mesin bukan satu-satunya faktor yang menentukan irit atau tidaknya konsumsi bahan bakar. Cara pengendara membawa motor juga punya pengaruh besar.
Kebiasaan membuka gas dan mengerem secara berulang, misalnya, membutuhkan energi lebih besar dibandingkan mempertahankan kecepatan secara bertahap dan stabil.
Beban juga ikut berpengaruh. Semakin berat pengendara, penumpang, barang bawaan, atau aksesori tambahan, semakin besar pula massa yang harus digerakkan motor.
Begitu pula dengan kondisi jalan. Tanjakan membutuhkan tenaga lebih besar dibandingkan jalan datar. Sementara lalu lintas padat membuat motor lebih sering berhenti dan kembali berakselerasi.
Hal sederhana seperti tekanan ban juga tidak boleh diabaikan. Tekanan yang tidak sesuai dapat meningkatkan hambatan gulir dan berpengaruh terhadap efisiensi.
Selain itu, kondisi filter udara, sistem pembakaran, oli, serta komponen penggerak juga perlu diperhatikan agar performa motor tetap optimal.
Lantas, Irit untuk Dipakai Sehari-hari?
Catatan rata-rata 57,63 km/l dari perjalanan 2.740 kilometer menunjukkan konsumsi bahan bakar Gear Ultima dalam ekspedisi tersebut. Namun, angka penggunaan harian setiap pengendara bisa saja berbeda.
Bagi yang ingin mengetahui konsumsi Gear Ultima secara lebih akurat untuk kebutuhan pribadi, metode sederhana full-to-full bisa diterapkan.
Caranya, isi tangki sampai penuh, catat angka odometer, gunakan motor seperti biasa, lalu isi kembali hingga penuh pada pengisian berikutnya.
Jarak yang ditempuh kemudian dibandingkan dengan jumlah bahan bakar yang masuk. Pengukuran sebaiknya dilakukan beberapa kali agar hasil rata-ratanya lebih representatif.
Pada akhirnya, catatan dari GEAR ULTIMATE RIDE Celebes Expedition 2026 memberikan gambaran mengenai efisiensi Gear Ultima dalam kondisi perjalanan yang cukup beragam.
Dari total perjalanan 2.740 kilometer, konsumsi rata-rata yang dicatat Yamaha mencapai 57,63 km/l, sementara catatan terbaik mencapai 60,98 km/l atau sekitar 311 kilometer dalam satu tangki pada rute tertentu.
Untuk pemakaian sehari-hari, hasil akhirnya tetap bergantung pada kombinasi teknologi kendaraan, kondisi motor, karakter rute, beban, serta gaya berkendara masing-masing pengguna.***


