POJOKSATU.id - Motor Honda Beat memiliki komponen yang berbeda dengan motor manual.
Semua komponen di dalam Motor Honda Beat terasa rumit dan memerlukan perawatan berkala agar tetap berfungsi dengan baik.
Di Indonesia sendiri, pengguna sepeda motor jenis matic atau transmisi otomatis sangatlah besar.
Memang, motor matic bisa menjawab kebutuhan para pengendara dengan kenyamanan dan kemudahan dalam penggunaan.
Motor matic sangat cocok digunakan dengan kondisi jalanan yang ada di Indonesia.
Jalanan yang seringkali macet dan cuaca yang panas, bisa disiasati dengan mengendarai motor matic.
Hanya dengan gas rem yang kontrolnya ada di tangan, tentunya tidak mengeluarkan banyak tenaga seperti motor manual, di kala terjebak dalam kemacetan.
Selain itu, menggunakan motor matic, sangat cocok untuk menembus jalan-jalan tikus saat kondisi macet tidak terelakan lagi.
Meski menawarkan kenyamanan dan kemudahan dalam berkendara, pemilik motor matic tetap harus menjaga kondisi motor agar bisa awet dan tidak mengalami kendala di kemudian hari.
Ada beberapa komponen penting pada motor matic, yang wajib mendapatkan perhatian khusus dibanding komponen mesin lainnya.
Berikut ini ada beberapa bagian dari motor Honda Beat yang bisa anda ketahui.
1. Kopling Sentrifugal
Kopling sentrifugal pada Motor Beat berbeda dengan jenis kopling biasa.
Kopling ini bekerja untuk menghubungkan poros sekunder ke roda saat putaran poros sekunder mencapai RPM tengah.
Gaya sentrifugal tercipta saat kopling berputar.
2. Fixed Primary Sheave
Fixed primary sheave adalah bagian yang terhubung secara tetap pada poros pulley primer.
Ini berfungsi sebagai tempat untuk V belt yang melilit pulley.
3. Roller
Roller berfungsi sebagai pengatur pergerakan sliding primary sheave menggunakan prinsip gaya sentrifugal.
4. Sliding Primary Sheave
Sliding primary sheave bergerak secara tidak tetap pada poros pulley primer untuk mengubah diameter pulley, mempengaruhi lebar lilitan V belt.
5. Poros Primer (Primary Shaft)
Poros primer menghubungkan putaran crankshaft denganmesin secara tetap.
6. Pulley Sekunder (Secondary Fixed Sheave)
Pulley sekunder memiliki dua sisi: sliding sheave dan fixed sheave. Bagian ini terhubung secara tetap pada poros sekunder.
7. Secondary Sliding Sheave
Secondary sliding sheave memiliki fungsi serupa dengan secondary fixed sheave, mengatur diameter pulley sekunder.
8. Pegas Pulley Sekunder (Secondary Sheave Spring)
Pegas ini mengatur pergerakan sliding sheave pada pulley primer dan sekunder.
Dengan memahami bagian-bagian ini, Anda dapat lebih baik memahami fungsi Motor Beat dan mengidentifikasi potensi masalah yang mungkin timbul pada komponen-komponen tersebut.*** Fahrido Fajar Ramadan


