POJOKSATU.id, HYUNDAI Motor Company mengumumkan peta jalan produk dan strategi pertumbuhan jangka panjang dalam ajang CEO Investor Day 2025 yang untuk pertama kalinya digelar di luar Korea.
Dipimpin langsung Presiden dan CEO Hyundai Motor Company, José Muñoz, Hyundai menegaskan ambisinya menjadi pemimpin mobilitas global melalui ekspansi produk, inovasi manufaktur, hingga teknologi kendaraan berbasis perangkat lunak.
Target Penjualan 2030
Hyundai menargetkan 5,55 juta unit penjualan kendaraan global pada 2030, dengan 60 persen di antaranya berasal dari kendaraan elektrifikasi atau sekitar 3,3 juta unit.
Baca Juga: BYD Seal 6 EV Siap Meluncur di Malaysia, Indonesia Menyusul?
Portofolio elektrifikasi mencakup lebih dari 18 model hybrid, lini EV yang semakin lengkap, serta teknologi Extended Range EV (EREV) pertama dengan jarak tempuh lebih dari 960 km yang mulai dipasarkan pada 2027.
Ekspansi Model di Pasar Global
Hyundai akan menghadirkan model baru di berbagai pasar utama:
Eropa: IONIQ 3 sebagai EV mass-market.
India: EV pertama yang dirancang khusus secara lokal.
Tiongkok: SUV listrik Elexio dan sedan listrik segmen C.
Amerika Utara: Pickup mid-size terbaru sebelum 2030, melanjutkan pengalaman dari Santa Cruz.
Selain itu, Hyundai juga memperluas kendaraan komersial elektrifikasi, termasuk van besar untuk kebutuhan logistik ramah lingkungan.
Perluasan Genesis
Merek mewah Genesis akan diperluas dengan powertrain hybrid, BEV, hingga EREV.
Genesis menargetkan penjualan 350 ribu unit tahunan pada 2030, serta memperkenalkan SUV flagship dan model konsep seperti X Gran Equator dan Neolun.
Investasi Besar-besaran
Hyundai mengalokasikan investasi KRW 77,3 triliun (USD 56 miliar) sepanjang 2026–2030.
Dana itu mencakup R&D, belanja modal, dan investasi strategis, termasuk pengembangan Software-Defined Vehicle (SDV), teknologi baterai generasi baru, serta ekosistem robotika.
Di Amerika Serikat, kapasitas Hyundai Motor Group Metaplant America (HMGMA) akan diperluas menjadi 500 ribu unit pada 2028 dengan tambahan investasi USD 2,7 miliar, menciptakan 3.000 lapangan kerja baru.
Baca Juga: 99 Kiai dan Santri Dilantik JKSN Banten, Simbol Asmaul Husna untuk Perkuat Peran Pesantren
Secara global, Hyundai menargetkan tambahan 1,2 juta unit kapasitas produksi pada 2030, dengan kontribusi dari fasilitas di India, Ulsan (Korea), Arab Saudi, dan Vietnam.
Fokus Teknologi dan Kemitraan
Hyundai menekankan pengembangan baterai generasi baru dengan target penurunan biaya 30 persen dan peningkatan kepadatan energi 15 persen pada 2027.
Sistem manajemen baterai berbasis cloud akan diimplementasikan pada 2026.
Sementara pengembangan SDV dipercepat lewat sistem operasi Pleos, yang memungkinkan pembaruan perangkat lunak real-time, personalisasi fitur, hingga layanan mobilitas berbasis AI.
Kemitraan strategis turut diperkuat, antara lain dengan Waymo untuk mobil otonom.
Baca Juga: Shutter Versi Indonesia Dibintangi Vino G Bastian dan Anya Geraldine, Tayang Halloween
Selain itu, juga menggandeng General Motors untuk meluncurkan lima model bersama pada 2028, serta Amazon Autos guna memperluas kanal distribusi digital.
Proyeksi Keuangan
Hyundai merevisi proyeksi pertumbuhan pendapatan tahunannya menjadi 5–6 persen dengan margin laba operasi 6–7 persen.
Target margin berkelanjutan pada 2030 dipatok di kisaran 7–9 persen melalui diversifikasi produk elektrifikasi, strategi lokalisasi, dan efisiensi biaya.
José Muñoz menegaskan komitmen Hyundai dalam menghadapi transformasi industri otomotif global.
Baca Juga: GAC Resmi Luncurkan Aion RT 2025, Sedan Listrik Futuristis dengan Teknologi Otonom Canggih
“Industri otomotif tengah mengalami transformasi besar. Hyundai siap memimpin perubahan ini lewat kombinasi produk inovatif, fleksibilitas manufaktur, kepemimpinan teknologi, serta jaringan global kami,” ujarnya.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
Bantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.
-
Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami:
-
Versi Android
-
Versi iOS
-
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Reizka Kemala Nazar
-
Dengan strategi besar ini, Hyundai Motor Company semakin menegaskan posisinya sebagai pemain kunci dalam industri otomotif global yang tengah bertransformasi menuju era elektrifikasi dan digitalisasi. ***



