POJOKSATU.id, JAKARTA - Jakarta Pro Cycling Team menutup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Road 2026 dengan lima medali dari berbagai kategori, terdiri atas satu medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu.
Hal ini didukung oleh Polygon sebagai official bike partner.
Pencapaian ini menjadi cerminan konsistensi tim dalam bersaing di level nasional sekaligus menunjukkan perkembangan atlet-atlet muda Indonesia.
"Bagi kami, Kejurnas bukan hanya soal jumlah medali, tetapi juga tentang melihat perkembangan atlet-atlet Indonesia dari tahun ke tahun," kata Brand Marketing Polygon Bikes, Ivanna Tandiono, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Bupati Langkat Tak Dimasukkan via Pintu Depan Gedung KPK, Melainkan Lewat Basement
Keberhasilan Jakarta Pro Cycling Team di Kejurnas Road 2026 tidak hanya menunjukkan performa individu para atlet, tetapi juga pentingnya strategi dan kerja sama tim dalam menghadapi kompetisi di level tertinggi nasional.
"Kami akan terus mendukung ekosistem balap sepeda melalui kolaborasi bersama Jakarta Pro Cycling Team, baik dalam pembinaan atlet maupun pengembangan teknologi sepeda balap," tuturnya.
Sementara itu, salah satu pencapaian terbaik datang dari Aligya Keiko Hendranata berhasil meraih medali emas pada nomor Individual Time Trial (ITT). Ocha mampu bertahan di kelompok terdepan hingga fase akhir balapan, meski belum berhasil mengamankan podium.
Baca Juga: KPK Dalami Amplop Berisi Uang yang Dikembalikan Menhut Raja Juli ke Bupati Kuansing
"Kejurnas ini termasuk salah satu target saya tahun ini, tetapi dari dua perlombaan tersebut hasilnya masih belum sesuai harapan," ujar Ocha.
Sementara itu di kategori Men Elite, Muhammad Abdurrohman meraih medali perak pada nomor ITT, sedangkan Terry Yudha Kusuma kembali naik podium dengan meraih medali perak pada nomor IRR Men Elite setelah melalui sprint ketat hingga garis finis.
Bagi Terry, hasil tersebut merupakan buah dari kerja sama seluruh anggota tim sepanjang balapan.
"Buat race kali ini saya sangat berterima kasih kepada Mas Aiman, Dealton, dan Januar Alki. Di momen-momen kritis mereka bekerja keras membantu tim mengejar leading group (rombongan paling depan). Saat itu saya merasa harus memberikan yang terbaik sampai garis finish," ujar Terry.***

