JAKARTA, POJOKSATU.id - Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menghadapi tantangan baru setelah memastikan tempat di final Denmark Open 2026.

Ganda putra Indonesia itu akan menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik dari Malaysia pada partai puncak, Minggu (18/10/2026).

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan Fajar/Fikri membuktikan konsistensi setelah menyingkirkan juara dunia asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang.

Pada semifinal, Sabtu (17/10/2026), Fajar/Fikri menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-16, 16-21, 21-16.

Sementara itu, Aaron Chia/Soh Wooi Yik melaju ke final setelah menundukkan unggulan pertama Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

Di semifinal, duo Malaysia tersebut menang dua gim langsung dengan skor 21-14, 21-18 atas Kim/Seo, sang juara dunia 2025.

Tantangan Berbeda Menanti

Keberhasilan mengalahkan Liang/Wang menjadi modal penting bagi Fajar/Fikri sebelum menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.

Namun, kemenangan semifinal tidak otomatis menjadikan pasangan Indonesia lebih diunggulkan dalam perebutan gelar juara Denmark Open 2026 yang berhadiah total 950.000 dolar AS (sekitar Rp17 miliar).

Aaron Chia/Soh memiliki pengalaman menghadapi pertandingan bertekanan tinggi dan mampu menyingkirkan pasangan unggulan pertama turnamen.

Karena itu, Fajar/Fikri perlu menjaga konsistensi serangan sekaligus meminimalkan kesalahan sendiri sepanjang pertandingan final berlangsung.

Penguasaan permainan depan net dan kemampuan mengendalikan tempo berpotensi menentukan arah persaingan kedua pasangan tersebut.

Peluang Mengakhiri Turnamen dengan Gelar

Fajar/Fikri sebelumnya menunjukkan kemampuan menghadapi lawan elite ketika menaklukkan Liang/Wang melalui pertarungan ketat.

Kemenangan tersebut juga membalas dua kekalahan mereka dari pasangan China itu sepanjang Asian Games 2026.

Kini, tantangan berikutnya adalah mengalihkan momentum positif tersebut menjadi performa meyakinkan menghadapi pasangan Malaysia.

Final Denmark Open menjadi kesempatan bagi Fajar/Fikri untuk membuktikan kemampuan bersaing menghadapi pasangan papan atas dunia.

Jika mampu menjaga fokus dan menjalankan strategi dengan disiplin, peluang mereka merebut gelar tetap terbuka.

Namun, Aaron Chia/Soh juga memiliki ambisi besar untuk mengakhiri turnamen dengan kemenangan setelah menyingkirkan unggulan pertama.

Pertarungan final pun menjadi ujian penting bagi kedua pasangan dalam memperebutkan gelar bergengsi BWF World Tour Super 750.***