POJOKSATU.ID- Semenjak Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres Prabowo Subianto, PDIP menuding Presiden Jokowi dan keluarganya telah mengkhianati partai yang telah membesarkan karir politiknya.

Namun tudingan pengkhianatan Jokowi terhadap PDIP itu malah bertentangan dengan hasil survei Indikator Politik.

Hasil survei menunjukkan publik dominan menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengkhianati PDIP terkait restu kepada Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Baca Juga: Youtuber Musik Asal Kendari, Valdy Nyonk Rilis Lagu Baru untuk Palestina

Hasil Survei Indikator Politik dilakukan  periode 27 Oktober-1 November 2023 yang melibatkan sebanyak 1.220 responden yang diwawancara melalui wawancara tatap muka.

Dari survei tersebut, hanya sebanyak 44,1% publik tidak setuju terkait langkah Jokowi yang merestui Gibran untuk maju sebagai cawapres Prabowo,  sebagai bentuk pengkhianatan terhadap PDIP.

Kemudian, yang setuju terkait anggapan Jokowi telah mengkhianati PDIP lebih rendah sekitar 34,7%.

"Hanya 34,7% setuju yang setuju Jokowi mengkhianati PDIP dengan merestui majunya Gibran sebagai cawapres Prabowo," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi dalam keterangannya, Senin (13/11/2023).

Baca Juga: Soal Pilihan Politik, Organisasi Ini Malah Bebaskan Anggotanya Pilih 3 Capres-Cawapres

Survei tersebur menunjukkan, bahwa sebanyak 66,7% masyarakat di Indonesia menilai Jokowi memiliki hak untuk menentukan keputusan politiknya, termasuk pilihan Gibran menjadi cawapres Prabowo Subianto.

"Mayoritas masyarakat, sebesar 66,7%, berpendapat Jokowi berhak menentukan keputusan politiknya," tegasnya.

Tak hanya itu, dari keputusan Jokowi itu, hanya sedikit masyarakat yang beranggapan Jokowi tak menunjukkan rasa hormatnya kepada PDIP yang telah membesarkannya.

Baca Juga: Nasib Apes Caleg DPRD DKI, Pinjam Uang Buat Modal Kampanye Malah Kena Tipu Wanita Paruh Baya

Jumlah masyarakat yang menilai Jokowi mengkhianati dan tidak menghormati Ketum PDIP hanya 21,1 persen.

"Hanya ada 21,1% yang beranggapan Jokowi tak menunjukkan rasa hormatnya kepada PDIP sebagai partai yang membesarkannya," tegasnya. ***