POJOKSATU.ID - Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia, tetapi juga sebagai smart city berkelas dunia.
Konsep kota cerdas menjadi fondasi utama pembangunan IKN, dengan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, efisiensi pemerintahan, serta keberlanjutan lingkungan.
Lantas, apa saja isi dari program smart city IKN?
Program smart city di IKN dirancang secara menyeluruh dan terintegrasi.
Baca Juga: Dikebut! Ini Progres Terbaru Pembangunan Gedung Legislatif dan Yudikatif di IKN
Pemerintah mengusung pendekatan kota pintar yang mencakup enam pilar utama, yakni smart governance, smart mobility, smart environment, smart living, smart economy, dan smart people.
Keenam pilar ini saling terhubung untuk menciptakan kota yang adaptif, efisien, dan berorientasi masa depan.
Smart Governance, Pemerintahan Digital dan Terintegrasi
Smart governance menjadi tulang punggung smart city IKN.
Seluruh layanan pemerintahan dirancang berbasis digital, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan usaha, hingga pelayanan publik.
Baca Juga: Gaji ke-13 ASN 2026! Ini Jadwal Pencairan, Komponen, dan Aturan Resminya
Sistem satu data dan pusat komando terpadu memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat, transparan, dan berbasis data real-time.
Warga IKN nantinya dapat mengakses berbagai layanan pemerintah melalui satu platform digital terpadu, tanpa harus berpindah-pindah layanan manual.
Hal ini diharapkan memangkas birokrasi dan meningkatkan kepercayaan publik.
Smart Mobility, Transportasi Pintar dan Ramah Lingkungan
Program smart city IKN juga menitikberatkan pada sistem transportasi pintar.
Moda transportasi publik berbasis listrik, sistem manajemen lalu lintas cerdas, serta integrasi antarmoda menjadi fokus utama.
Penggunaan sensor dan kecerdasan buatan akan membantu mengatur arus lalu lintas secara efisien dan mengurangi kemacetan.
IKN juga dirancang ramah pejalan kaki dan pesepeda, dengan jalur khusus yang aman dan terhubung antar kawasan.
Baca Juga: Bencana Tekan Harga Pangan, BPS Catat Deflasi di Aceh, Sumut dan Sumbar
Smart Environment, Kota Hijau Berbasis Teknologi
Sebagai kota berkelanjutan, smart environment menjadi elemen kunci.
Pengelolaan energi terbarukan, sistem pengolahan air pintar, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi diterapkan di IKN.
Sensor lingkungan akan memantau kualitas udara, air, dan kondisi ekosistem secara berkala.
Konsep ini sejalan dengan visi IKN sebagai kota rendah emisi karbon dan selaras dengan alam.
Baca Juga: TPG Bulanan dan Tambahan Tunjangan Guru Februari 2026, Ini Jadwal dan Syaratnya
Smart Living, Kualitas Hidup Warga
Smart living diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi di sektor kesehatan, pendidikan, dan keamanan.
Layanan kesehatan digital, sistem pendidikan berbasis teknologi, serta pengawasan keamanan berbasis kamera pintar dan pusat kendali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga IKN.
Dengan sistem ini, respons terhadap keadaan darurat dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Smart Economy, Ekonomi Digital dan Inovasi
IKN juga diarahkan sebagai pusat ekonomi digital dan inovasi.
Program smart city mendorong pengembangan ekosistem startup, UMKM berbasis teknologi, serta pemanfaatan ekonomi digital.
Infrastruktur digital berkecepatan tinggi menjadi fondasi untuk mendukung aktivitas ekonomi modern.
Smart People, SDM Adaptif dan Melek Digital
Pilar smart people menekankan pengembangan sumber daya manusia yang adaptif dan melek teknologi.
Pemerintah menyiapkan program literasi digital, pelatihan keterampilan masa depan, serta penguatan budaya inovasi bagi masyarakat IKN.
Dengan keseluruhan program tersebut, smart city IKN tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada manusia dan lingkungan.
Baca Juga: Ingin Hidup Lebih Sehat? Ini Cara Mengurangi Konsumsi Gula Secara Bertahap
IKN diharapkan menjadi contoh kota masa depan Indonesia yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.***

