POJOKSATU.ID - Progres pembangunan Jembatan Tol Musi V di Palembang terus menunjukkan perkembangan signifikan pada Februari 2026.
Infrastruktur yang menjadi bagian kunci dari Tol Palembang–Betung ini ditargetkan dapat difungsikan menjelang arus mudik Lebaran 2026, meskipun sejumlah pekerjaan akhir masih dikebut di lapangan.
Jembatan Musi V, yang membentang sepanjang sekitar 1,7 kilometer dan menjadi jembatan tol terpanjang di Indonesia, kini telah mencapai fase krusial konstruksi.
Struktur utamanya dikabarkan telah tersambung secara penuh, yang menjadi tanda bahwa proyek mega ini bergerak sesuai jadwal yang ditetapkan.
Baca Juga: KUR BRI Jadi Andalan Petani, Modal Lumbung Padi dan Sawah Kini Lebih Mudah
Namun, meskipun secara teknis struktur jembatan sudah saling terhubung dari Kelurahan Pulokerto menuju Kelurahan Kertapati di Kota Palembang, masih ada sejumlah pekerjaan penyelesaian yang harus diselesaikan sebelum jembatan siap dilewati masyarakat.
Pekerjaan finishing ini terutama menyangkut pemasangan dinding beton pembatas jembatan dan penyelesaian permukaan jalan aspal yang belum rampung sepenuhnya di kedua sisi.
Target Mudik Lebaran 2026
Dalam peninjauan terbaru pada awal Februari 2026, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, memastikan bahwa progres pembangunan berjalan sesuai rencana.
Ia bahkan menargetkan agar Jembatan Musi V sudah bisa dilintasi oleh kendaraan saat arus mudik Lebaran 2026.
Pernyataan ini tentu menjadi kabar optimis bagi masyarakat Sumatera Selatan dan pemudik yang berharap jalan tol ini dapat mengurai kemacetan di jalur lintas timur Sumatra.
“Dengan progres seperti ini, kami berharap seluruh konstruksi dapat selesai tepat waktu sehingga jembatan ini bisa difungsikan mendukung arus mudik serta distribusi logistik di wilayah,” ujar Cik Ujang saat meninjau lokasi proyek.
Peran Strategis Jembatan Musi V
Jembatan Musi V bukan hanya sekadar konstruksi baru di Palembang, tetapi juga merupakan bagian penting dari ruas Jalan Tol Kapal Betung (Kayuagung–Palembang–Betung).
Jalan tol ini memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera Selatan, termasuk meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat serta arus distribusi barang dan jasa.
Pembangunan tol dan jembatan ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, karena mampu membuka akses yang lebih cepat dan aman bagi pelaku usaha serta UMKM yang selama ini bergantung pada jaringan jalan non-tol yang sering mengalami kemacetan.
Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur semacam ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun konektivitas nasional yang lebih merata.
Meski struktur utama sudah tersambung, tantangan dalam penyelesaian detail konstruksi tetap ada.
Beberapa bagian dinding beton pembatas belum sepenuhnya terpasang, terutama di sisi yang menuju Kertapati.
Sementara itu, di sisi sebaliknya dari Kertapati menuju Pulokerto, pemasangan dinding beton sudah rampung, tetapi pekerjaan permukaan jalan aspal masih dalam tahap akhir persiapan sebelum diaspal.
Pihak kontraktor dan pemerintah terus melakukan percepatan pekerjaan tersebut untuk mengejar target fungsi operasional sebelum masa puncak arus mudik tiba.
Kesiapan jembatan ini menjadi perhatian serius, mengingat semakin dekatnya waktu Lebaran 2026.
Secara keseluruhan, progres Jembatan Tol Musi V menggambarkan komitmen kolaboratif pemerintah daerah, organisasi pelaksana, serta kontraktor pembangunan untuk mengejar target pembangunan infrastruktur vital bagi kepentingan publik dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan dan Indonesia pada umumnya.***

