POJOKSATU.id, JAKARTA— Politisi kubu Anies Baswedan yang merupakan Bendahara Umum NasDem Ahmad Sahroni sampai naik pitam mendengar candaan Zulkifli Hasan (Zulhas) yang hina Alfatihah demi menangkan Prabowo.

Politisi kubu Anies ini tampak marah besar merespon dugaan sikap menista agama Islam yang dilakukan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan itu.

Menurut dia, cara Zulkifli Hasan melakukan dugaan pelecehan agama dalam hal ini rukun salat dan mengaitkannya dengan paslon tertentu di Pilpres 2024, terlalu mencari sensasi.

Baca Juga: Bukan Widi, Vokalis Pertama Band Vierra Ternyata Raisa, Tidak Berlanjut Gegara Hal Ini

"Agama lu gimana juga. Carmut amat jadi manusia," tulis Sahroni diakun Instagram pribadinya @ahmadsahroni88 dikutip Rabu 20 Desember 2023.

Sahroni menilai, candaan yang dibuat oleh Menteri Perdagangan (Mendag) itu sangat norak dan tidak lucu.

"Norak lu Pak! Gak lucu bercanda lu!," tegasnya.

Untuk diketahui, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas diduga telah menistakan agama islam. Awalnya dalam video yang beredar, Zulkifli Hasan menyinggung tata cara salat atau kaifiah salat maghrib.

Menteri Perdagangan menyebut di musim kampanye ini sudah banyak orang yang berdiam alias tak menyebut amin saat Alfatihah atau menggelar salat berjamaah.

Baca Juga: PAN Bela Zulhas yang Disebut Hina Agama Islam : Kami Duga Telah Dikemas Negatif Oknum Tertentu

Bahkan dalam video yang sudah viral di media sosial, Zulhas seakan membuat lelucon tentang salat yang dikaitkan dengan ajang Pilpres 2024.

Ini disampaiakan Zulhas dipidatonya di acara Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) 2023.

"Yang jauh-jauh ada loh yang berubah. jadi kalau salat magrib baca alfatihah waaladdoollin. Ada yang diam sekarang pak," kata Zulhas dikutip, Rabu (20/12/2023).

Menurut Zulhas, kejadian diamnya para makmum itu hampir terjadi di beberapa daerang selama musim kampanye ini.

Baca Juga: Buntut Zulhas Hina Al Fatihah dan Salat, Cendekia Muslim akan Aksi Akbar dan Lapor ke Mabes Polri

"Ada yang diam sekarang. Ada pak,” tuturnya.

Zulhas kemudian mengait- ngaitkan diamnya para makmum mengucapkan amim saat menggelar salat berjamaah, karena sebagian melaksanakan salat berjamaah tersebut cinta terhadap Prabowo Subianto.

"Ada yang diam lo banyal pak. Saking cintanya sama Pak Prabowo itu," ucapnya.

Tidak sampai di situ, Zulhas juga menyinggung tata cara tasyahud atau tahiyatul akhir yang seyogyanya mengacungkan satu jari telunjuk.

Namun di musim Pilpres ini sudah banyak jamaah mengacungkan mengacungkan jari telunjuk kanan saat tahiyatul akhir dengan dua jari.

Baca Juga: Viral Zulhas Hina Salat di Rakernas APPSI Gara-gara Amin, Pendengar Tertawa-tawa, Roy Suryo Bersuara

"Itu kalau tahiyatul akhir pak yai, kan gini (jari telunjuk). Sekarang banyak gini pak (dua jari),” tutur dia disambut tawa hadirin.

Buntut candaan Zulkifli Hasan itu, Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) akan menggelar aksi di depan Mabes Polri sekaligus akan melaporkan Menteri Perdagangan itu terkait dugaan penistaan agama.

Aksi akbar dan pelaporan itu rencananya akan dilayangkan ke Mabes Polri pada Kamis (21/12/2023).

"Adapun Aksi Akbar dan pelaporan akan dilaksanakan pada Kamis (21/12/2023)," kata Ketum DPP Cendekia Muda Muslim Indonesia (DPP CMMI) dalam keterangannya, Anhar Tanjung, Selasa (20/12/2023).

Menurut Anhar, video Zulhas itu telah melukai hati umat islam, karena Zulhas telah menjadikan salat sebagai bahan candaan dan guyonan dalam pidatonya.

Anhar juga menyebut apa yang disampaikan Zulhas dalam pidatonya itu merupakan ranah penistaan agama yang keji.

"Salat sebagai bahan candaan dan guyonan dalam pidato. Ini merupakan penistaan agama yang sangat keji," tegasnya.***