POJOKSATU.ID – Wacana soal kandidat calon wakil presiden (cawapres) di Pemilu 2029 mulai bermunculan.
Namun Partai Golkar justru memberi sinyal berbeda.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, disebut tidak mengincar posisi cawapres, melainkan memilih maju sebagai calon legislatif (caleg).
Baca Juga: Komisi VIII DPR RI Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Guru Madrasah Swasta
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Ia menyatakan bahwa Bahlil telah menyampaikan secara terbuka niatnya untuk maju sebagai caleg pada Pemilu 2029.
“Kalau untuk apakah ada dari Golkar yang mau didorong jadi cawapres? Ya, ketua umum kami mau nyaleg. Sudah mendeklarasikan bahwa beliau akan menjadi caleg untuk 2029,” ujar Sarmuji, dikutip pojoksatu.id dari INews.ID.
Baca Juga: Komisi VIII DPR RI Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Guru Madrasah Swasta
Pernyataan ini berbeda dengan sikap Partai Amanat Nasional (PAN) yang secara terbuka mendorong Ketua Umumnya, Zulkifli Hasan, untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 mendatang.
Lebih lanjut, Sarmuji mengungkapkan bahwa Bahlil bahkan telah menentukan daerah pemilihan (dapil) untuk maju dalam kontestasi lima tahunan tersebut. Dapil yang dipilih adalah Papua.
Menurutnya, keputusan tersebut berkaitan dengan latar belakang kehidupan Bahlil. Meski lahir di Banda, Bahlil disebut besar dan dibesarkan di Papua.
Baca Juga: Tips Kiriman Aman, Panduan Hindari Kerusakan dan Kehilangan Saat Ekspedisi Jakarta Batam
“Karena Pak Bahlil kan dibesarkan di Papua. Kalau kelahirannya di Banda, tapi besar di Papua beliau,” jelasnya.
Saat ditanya apakah Golkar tidak memiliki figur yang disiapkan untuk posisi cawapres pada 2029, Sarmuji menilai pembahasan tersebut masih terlalu dini.
Fokus utama partainya saat ini adalah memastikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan sukses pada periode pertama.
Ia menyebut, jika pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berhasil, Golkar terbuka untuk kembali mendukung pasangan tersebut pada Pilpres 2029.
“Kalau Pak Prabowo, Mas Gibran sukses, lalu beliau mau gandengan tangan lagi atau seperti apa, ya akan kita pikirkan dan perjuangkan secara maksimal. Tapi kuncinya Pak Prabowo sebagai presiden harus sukses,” tegas Sarmuji.
Pernyataan ini sekaligus memberi gambaran arah politik Golkar menjelang Pemilu 2029, di mana Bahlil dipastikan fokus ke parlemen, sementara dinamika koalisi Pilpres masih menunggu perkembangan pemerintahan saat ini.***




