POJOKSATU.ID- Website Kementerian Pertahanan (Kemhan) diretas oleh hacker dan data berupa dokumen rahasia dijual di situs pasar gelap atau dark web.

Peretasan kementerian yang dipimpin oleh capres Prabowo Subianto itu sudah ramai diperbincangkan di media sosial.

Pakar Telematika, Roy Suryo menilai hacker terhadap situs kemhah.go.id itu mirip kejadian 10 tahun silam, tepatnya tahun 2013 lalu.

Baca Juga: TikTok Shop Gabung Tokopedia, Bakal Jadi Saingan Shopee?

Di mana kala itu, situs Pertahanan Negara RI, yakni Kementerian Pertahanan juga pernah diretas.

"Wah, kemhan.go.id di HACK ?. Kejadian mirip 10 tahun lalu (2013) terulang lagi di Situs resmi Pertahanan Negara RI ini," kata Roy saat dihubungi pojoksatu.id, Kamis (2/11/2023)?

Kala itu kejadian hacker situs Kemhan juga menwarkan dokumen-dokumen penting di pasar gelap.

Bahkan data yang dibocorkan oleh malware Stealer AMBYAR mencapai 1.484 kredensial data.

Kejadian ini dinilai sangat berbahaya, mengingat yang diretas adalah Kementerian Pertahanan.

Baca Juga: Doktor FTUI Ciptakan Pelumas dari Limbah Timah

"(Saat itu ) muncul penawaran di pasar Gelap Dokumen- dokumen rahasia. Akses admin sampai 1,64TB (sekitar 1.484 Kredensial Data) yang dibocorkan," ujarnya.

Salah satu akun twitter atau X sebelumnya mengunggah cuitan soal klaim hacker meretas Kemhan.

Menurut akun tersebut, hacker itu memposting pesan di pasar gelap, menawarkan untuk menjual dokumen rahasia dan sensitif situs web Kemhan, serta akses admin.

"Sebagai buktinya, peretas membagikan tangkapan layar dan menegaskan bahwa server tersebut berisi sekitar 1,64TB data. Analisis tangkapan layar tidak menutup kemungkinan bahwa peretas mengakses situs web tersebut," tulis akun X tersebut.

Baca Juga: Indonesia Terancam Dibanjiri Lansia Miskin Jika Gagal Jadi Negara Maju

Sementara itu, Karo Humas Setjen Kemhan Brigjen Edwin Adrian Sumantha mengatakan pihaknya masih mencari tahu kebenaran soal peretasan situs Kemhan tersebut.

"Kami tengah mengkoordinasikan kebenaran hal tersebut kepada pihak terkait di Kemhan," kata Edwin, Kamis (2/11/2023. ***