POJOKSATU.ID- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengimbau masyarakat waspada adanya potensi gempa megathrust di Indonesia.

Hal ini usai adanya gempa besar yang melanda Jepang 8 Agustus 2024, yang bersumber dari Megathrust Nankai.

Jepang dilanda gempa megathrust berskala 7,1 Magnitudo di sebelah timur lepas pantai Pulau Kyushu, Shikoku dan Kinki di Jepang Selatan.

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan, Indonesia perlu waspada terhadap gempa megathrust. Hal tersebut karena perbedaan seismik antara Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai, Siberut.

Baca Juga: Pasca Lengser, Joko Widodo Dalam Keadaan Bahaya Jika Tak Punya Kendali Partai

Celah seismik adalah area di sepanjang batas lempeng aktif. Wilayah ini belum pernah mengalami gempa lebih dari 30 tahun.

Megathrust Selat Sunda diperkirakan memiliki potensi gempa dengan magnitudo 8,7, sementara Megathrust Mentawai, Siberut dapat mencapai magnitudo 8,9.

Jika kedua segmen ini aktif secara bersamaan, dampaknya bisa sangat besar, bahkan dapat berpotensi tsunami yang serupa dengan bencana yang melanda Aceh pada tahun 2004.

Perekayasa di Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Widjo Kongko, juga mengingatkan bahwa gempa besar di dua segmen megathrust tersebut bisa mencapai magnitudo 9 atau lebih, mengingat panjangnya waktu ketidakaktifan seismik di wilayah tersebut.

Baca Juga: HARI PRAMUKA Ke-63 Tahun 2024, Ini Sambutan Ketua Kwarnas Pramuka, Tantangan Pramuka Zaman Now Hadapi Judi Online, Bullying, Narkoba Hingga Pornografi

 BMKG terus memantau perkembangannya dan siap memberikan informasi terbaru terkait potensi gempa besar yang bisa terjadi kapan saja.

Prediksi wilayah yang terdampak, BMKG peringatkan potensi gempa besar di Megathrust Selat Sunda dan Mentawai. Daryono selaku Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, menyatakan bahwa gempa besar ini hanya tinggal menunggu waktunya saja ***