POJOKSATU.ID - Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Kota Manokwari pagi tadi disambut dengan gegap gempita oleh warga.

Di Pasar Wosi, Gibran tampak berbaur dengan pedagang dan pembeli, menyapa hangat, dan berbelanja langsung, mengangkat jeruk, jagung, sayur-sayuran.

Namun di sela sorak-sorai itu, muncul sorotan serius, harga bahan pokok (sembako) masih tetap tinggi dan menjadi beban rumah tangga di wilayah ini.

Saat tiba di Pasar Wosi, Gibran tampak santai, canda dengan pedagang: “Berapa harganya?...jeruknya manis?” begitu tanyanya.

Baca Juga: Menuju BSU Digital, Pemerintah Rancang Sistem Bantuan Tanpa Rekening di 2026

Ia pun memborong jeruk sebanyak 20 tumpuk seharga Rp 100 ribu dari pedagang lokal sebagai dukungan terhadap ekonomi rakyat.

Suasana benar-benar warga menyambut, tepuk tangan, kamera ponsel warga siap, pedagang tersenyum. Liputan visual juga merekam momen itu.

Pada sisi lain, dalam dialog singkat, seorang warga mengungkap kenyataan.

“Harga sayur dan buah di Manokwari cukup terjangkau… tapi beras dan minyak goreng sekitar 20% lebih mahal dibanding di Jakarta”.

Baca Juga: Ganti Armada Pengangkut Sampah, Pemkot Tangsel Pesan Truk Khusus Bisa Tampung Lindi


Faktor Penyebab dan Tantangan

Beberapa faktor yang disebut warga dan pelaku pasar sebagai pemicu naiknya harga sembako di Manokwari:

Biaya transportasi dan logistik. Warga mengeluh ongkos membawa barang dari kampung ke pasar bisa mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu per trip, tergantung jarak.

Distribusi geografis dan kondisi infrastruktur. Wilayah Papua Barat punya tantangan dalam rute distribusi, sehingga biaya tambahan sering dibebankan ke konsumen.

Volatilitas komoditas. Beberapa jenis sayur dan cabai mengalami lonjakan, misalnya cabai rawit di regional Papua naik signifikan.

Dalam kesempatan pasar, Gibran meminta agar program pembangunan dan jaring pengaman sosial.

Di Tanah Papua lebih dipercepat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam pesan singkatnya, kunjungan ke Pasar Wosi bukan sekadar agenda simbolis tetapi juga untuk “mendengar langsung suara rakyat”.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman konkret.

Baca Juga: Diduga Jadi Korban Bullying, Siswa Pahoa Gading Serpong Ditemukan Tak Bernyawa

Dari pemerintah pusat atau daerah yang secara khusus menyebut target penurunan harga sembako pasca kunjungan.

Kunjungan Wakil Presiden Gibran ke Manokwari memang membawa energi positif.

Mulai dari sambutan hangat, perhatian publik, dan sinyal baru bahwa Papua masuk radar serius pembangunan nasional.

Tapi di sisi lain, bagi banyak keluarga di Manokwari, harga sembako tetap membebani dan memunculkan pertanyaan.

Baca Juga: Loker General Admin di PT Paras Estetika Dikara Indonesia, Gaji hingga Rp6,5 Juta!

Apakah kehadiran pejabat tinggi dan sorakan masyarakat di pasar akan diikuti oleh kebijakan nyata yang menurunkan beban hidup?

Jika program-program stabilisasi distribusi dan pengurangan biaya logistik segera dijalankan.

Kunjungan ini bisa menjadi momentum bukan hanya untuk foto dan salaman, tapi juga kelegaan nyata bagi masyarakat.***