POJOKSATU.ID - Seorang pria di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, membagikan pengalaman kurang mengenakkan ketika hendak merekam kondisi bencana alam di desanya.

Kejadian tersebut berlangsung di Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, dan menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.

Dalam unggahan yang beredar, pria tersebut menjelaskan bahwa ia berniat mendokumentasikan kondisi desa yang terdampak bencana.

Baca Juga: Rahmanullah Lakanwal

Tujuannya sederhana: memberikan informasi kepada keluarga serta warga lain yang tinggal di luar daerah agar mengetahui situasi terkini.

Namun, niatnya itu justru berujung pada pengalaman tidak menyenangkan.

Menurut pengakuannya, saat ia mulai merekam, tiba-tiba seorang petugas di lokasi membentaknya.

Ia mengaku kaget dengan respons tersebut karena merasa tidak melakukan tindakan yang mengganggu proses evakuasi maupun penanganan bencana.

Baca Juga: Guru PNS Menangis Tak Boleh Mutasi, Sementara PPPK Lebih Fleksibel? Kemendikdasmen Buka Suara!

Pria itu menegaskan bahwa ia hanya ingin mengabadikan situasi sebagai bentuk kewaspadaan dan informasi bagi warga lainnya.

Kejadian ini pun memicu diskusi luas di media sosial mengenai komunikasi antara petugas dan warga saat terjadi keadaan darurat.

Banyak warganet menilai bahwa koordinasi dan komunikasi yang baik sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman, apalagi di tengah situasi krisis yang penuh tekanan.

Baca Juga: Berikut Rincian Diskon Tiket Mudik Nataru dari Kemenhub, Wajib Tahu!

Sebagian warganet juga menyoroti pentingnya peran dokumentasi warga dalam mempercepat penyebaran informasi terkait lokasi dan tingkat kerusakan.

Di sisi lain, sejumlah pengguna internet memberikan pembelaan terhadap petugas.

Menurut mereka, dalam kondisi darurat, petugas sering bekerja di bawah tekanan tinggi sehingga sangat mungkin terjadi miskomunikasi.

Baca Juga: Viral! Pria yang Menjarah di Sibolga Menangis Ambil 3 Mie Karena Anak Kelaparan, Minta Maaf dan Janji DiKembalikan

Mereka menilai bahwa fokus utama petugas adalah memastikan keselamatan warga serta kelancaran proses penanganan bencana.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pemerintah desa, kecamatan, maupun lembaga penanganan bencana terkait insiden tersebut.

Namun berbagai pihak berharap agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan kepala dingin, tanpa mengalihkan perhatian dari upaya pemulihan pascabencana.

Warga menginginkan agar insiden ini menjadi evaluasi bersama agar ke depan komunikasi antara petugas dan masyarakat dapat berjalan lebih baik dan saling menghargai.

Baca Juga: Viral! Gereja GMIM Silo Watuliney Dirusak Oknum, Dua Desa Hampir Tarkam, Polisi Siaga Penuh

Situasi bencana di Desa Panggugunan sendiri masih menjadi perhatian.

Warga berharap penanganan dapat berlangsung cepat dan terkoordinasi, mengingat banyak keluarga yang masih membutuhkan bantuan.

Di tengah kondisi sulit, kolaborasi antara petugas dan masyarakat menjadi faktor kunci untuk memastikan keselamatan serta percepatan penanganan.

Pria yang merekam kejadian itu juga berharap agar insiden ini menjadi pembelajaran.

Menurutnya, warga tidak bermaksud mengganggu tugas petugas, melainkan hanya ingin memberikan informasi tambahan yang mungkin berguna bagi banyak pihak. ***