POJOKSATU.id - Istilah baru “inflasi pengamat” mendadak jadi sorotan setelah disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy dalam pernyataan terbarunya.

Ia menilai banyak opini publik yang beredar justru tidak didukung data akurat dan berpotensi menyesatkan masyarakat.

Dalam keterangannya, Teddy secara tegas menyebut fenomena ini sebagai masalah serius di tengah derasnya arus informasi.

Baca Juga: VIral Prabowo Sentil Mental Minder Bangsa: Lebih Bangga Produk Luar!

“Sekarang ini ada satu fenomena ada yang namanya inflasi pengamat. Banyak sekali pengamat dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta,” ujarnya, dikutip Pojoksatu.id dari YT Sekretariat Presiden 11/4/2026.

Menurutnya, tidak sedikit pihak yang mengomentari berbagai isu tanpa latar belakang keahlian yang relevan.

Hal ini dinilai berbahaya karena dapat membentuk persepsi publik yang keliru.

Baca Juga: Motor Listrik MBG Dibilang Lokal, Tapi Wujudnya Identik Produk China? Ini Fakta Mengejutkannya!

“Ada pengamat keras, tapi dia background-nya bukan di situ dan pengamat-pengamat itu datanya keliru,” tegasnya lagi.

Teddy juga menyinggung adanya narasi yang dinilai berlebihan, seperti isu Indonesia akan mengalami kekacauan.

Ia memastikan kondisi nasional tetap terkendali.

Baca Juga: Bupati Gatut Sunu Peras 16 Kadis untuk THR Forkopimda dan Jamuan Makan, Terkumpul Rp2,7 Miliar

“Tidak ada itu keos-keos. Yang ada adalah semuanya terkendali,” katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa perbedaan pendapat sah dalam demokrasi, namun harus tetap berbasis data dan tidak memicu kecemasan publik.

“Silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement yang membuat orang cemas terhadap negeri ini,” ucapnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah membuka ruang kritik, namun menolak opini yang tidak berdasar fakta.***