POJOKSATU.id - Video aksi nekat seorang pengunjung Taman Safari kembali memicu kehebohan di penghujung tahun dan musim liburan kali ini.
Di tengah ramainya wisatawan yang ingin menikmati liburan bersama keluarga, muncul rekaman yang membuat warganet geleng kepala sekaligus naik darah.
Bagaimana tidak, dalam video yang diunggah akun vivisvtrr, tampak jelas seorang pengunjung turun dari mobil hanya untuk memberi makan seekor jerapah.
Baca Juga: Menjelang Tahun Baru, Harga Pangan Melejit dan Picu Kriminalitas, Ini Daftar Bahan Pokok yang Naik
Padahal, tepat di area kejadian terpampang plang larangan turun dari kendaraan yang ukurannya tidak mungkin luput dari pandangan.
Namun, pengunjung tersebut tetap turun dengan santai seolah aturan itu hanya pajangan belaka. Aksi sembrono itu kemudian viral dan memicu banjir komentar geram dari netizen.
Dalam video, pengunjung terlihat membuka pintu mobil, turun perlahan, lalu dengan enteng mendekati jerapah yang sedang berdiri tak jauh dari jalanan safari.
Baca Juga: 1.598 Mahasiswa UNSIKA Ikuti KKN Bertema Inovasi Hijau dan Digital
Seolah ingin berinteraksi lebih dekat, ia mengulurkan tangan memberikan makanan.
Sementara itu, orang-orang di dalam mobil lain hanya bisa merekam dan menghela napas panjang melihat tingkah yang sulit dipahami tersebut.
Netizen pun langsung menyerbu kolom komentar.
Baca Juga: Walau Libur Nataru, Pos Indonesia Tetap Salurkan Bansos untuk KPM Tanpa KKS
Banyak yang menyebut aksi itu “kelakuan di luar nalar”, apalagi dilakukan di area yang sudah diberi peringatan tegas untuk tetap berada di dalam kendaraan.
Mereka merasa tindakan seperti ini bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan nyawa, baik si pengunjung maupun keluarganya.
Meski jerapah dikenal sebagai hewan yang relatif jinak, warganet mengingatkan bahwa insting hewan liar tidak bisa ditebak.
Dalam kondisi tertentu, hewan tetap bisa bereaksi agresif, terlebih jika merasa terganggu.
Netizen khawatir perilaku sembrono ini bisa memicu insiden serius yang sebenarnya bisa dihindari jika aturan dasar dipatuhi.
Tak sedikit pula yang menyoroti sikap pengunjung yang tampak tidak peduli terhadap peringatan keselamatan.
Mereka menilai, jika satu pengunjung saja berani melanggar aturan sesuka hati, hal itu bisa memicu tren buruk yang membahayakan lebih banyak orang.
“Sudah jelas dilarang turun, kok masih nekat?” tulis salah satu pengguna media sosial dengan nada kesal.
Baca Juga: Kemensos Ungkap Realisasi Bansos BLT Sudah 90 Persen Tersalurkan hingga Akhir 2025
Hingga kini, baik pihak pengelola Taman Safari maupun pengunjung yang ada di video tersebut belum memberikan klarifikasi resmi.
Tidak ada informasi tambahan tentang identitas pengunjung, alasan ia nekat turun, atau apakah ada tindakan dari petugas setelah kejadian itu.
Namun satu hal yang pasti aturan “dilarang turun dari kendaraan” bukan dibuat tanpa alasan.
Baca Juga: Menjelang Tahun Baru, Harga Pangan Melejit dan Picu Kriminalitas, Ini Daftar Bahan Pokok yang Naik
Aturan itu bertujuan menjaga keselamatan semua orang, termasuk hewan yang tinggal di area tersebut.
Ketika pengunjung dengan enteng melanggarnya, risiko yang muncul bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi hewan dan wisatawan lainnya.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa tempat wisata berbasis satwa liar bukanlah lokasi untuk pamer keberanian atau mencari konten viral tanpa memikirkan konsekuensinya.
Aturan dibuat untuk dijalankan, bukan diabaikan.
Dan kelakuan sembrono semacam ini, wajar saja jika akhirnya membuat masyarakat geram.***




