POJOKSATU.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diterpa sorotan negatif setelah sebuah mobil operasionalnya mengalami kecelakaan di Jalan KH Yusuf Raya, Depok.
Insiden ini menambah daftar panjang persoalan keselamatan dalam distribusi program unggulan pemerintah tersebut.
Dalam video yang beredar di media sosial dan dilihat Selasa 16 Desember 2025, tampak boks mobil MBG terpisah dari rangka kendaraan dan tergeletak di pinggir jalan.
Baca Juga: Rp2 Miliar Digelontorkan, Gaji PPPK Paruh Waktu Kulon Progo Naik Sesuai UMK
Boks tersebut terlihat terguling miring, menimbulkan kekhawatiran warga sekitar yang melintas di lokasi kejadian.
Peristiwa kecelakaan disebut terjadi pada pagi hari.
Aparat kepolisian dari Satlantas Polres Metro Depok langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pengamanan arus lalu lintas.
Baca Juga: Panduan Lengkap Beli Tiket Kereta Api Bandung–Yogyakarta untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2026
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini kembali memunculkan pertanyaan serius terkait standar keamanan kendaraan operasional MBG.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Depok, Iptu Pujiono, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat mobil MBG melaju dari arah selatan menuju utara Jalan KH Yusuf Raya.
Saat melintas di dekat Royal Montessori School, boks mobil diduga tersangkut pohon mahoni yang berada di tepi jalan.
Baca Juga: FLS3N Karawang Timur 2025, Lomba Pantomim Diikuti 10 SD
“Sesampainya di dekat Royal Montessori School, boks mobil tersangkut di pohon mahoni,” ujar Pujiono, dikutip dari Detik, 16 Desember 2025.
Akibat kejadian tersebut, boks mobil terlepas dari rangkanya dan jatuh ke pinggir jalan.
Kondisi ini dinilai berbahaya, terutama mengingat lokasi kejadian berada di kawasan yang cukup ramai aktivitas masyarakat dan dekat dengan lingkungan sekolah.
“Boks mobil tersangkut sehingga terjatuh dan terpisah dari rangka mobil,” lanjut Pujiono.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Baca Juga: Om Zein Penuhi Janji Politik Prioritaskan Infrastruktur, Hingga Desember Ini 45 KM Bangun Jalan
Pujiono juga memastikan bahwa boks mobil dalam kondisi kosong dan tidak sedang mengangkut makanan program MBG.
“Kosong (boksnya),” pungkasnya.
Meski demikian, insiden ini kembali menambah catatan kelam dalam pelaksanaan MBG, yang sebelumnya juga diwarnai sejumlah masalah.
Baca Juga: Single Salary ASN 2026: Apakah TPG Guru Akan Hilang? Begini Penjelasannya
Mulai dari kecelakaan kendaraan pengantar hingga sorotan terhadap standar operasional distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
Kecelakaan ini menimbulkan kekhawatiran publik terhadap kelayakan kendaraan yang digunakan dalam operasional MBG.
Terpisahnya boks dari rangka mobil menunjukkan potensi lemahnya sistem pengamanan dan pemasangan kendaraan.
Baca Juga: Single Salary ASN 2026, Gaji dan Tunjangan Jadi Satu, PAHAMI Mekanismenya
Yang seharusnya menjadi perhatian utama mengingat program ini menyasar anak-anak sekolah.
Pengamat menilai, meskipun tidak ada korban dalam kejadian kali ini, risiko yang ditimbulkan tidak bisa dianggap sepele.
Jika boks mobil tersebut sedang berisi makanan atau terjadi di jam sibuk ketika siswa dan warga ramai melintas, dampaknya bisa jauh lebih fatal.
Insiden di Depok ini menjadi alarm keras bagi pengelola MBG untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik terhadap kondisi armada, kompetensi pengemudi.
Tanpa pembenahan serius, program yang bertujuan meningkatkan gizi anak justru berpotensi menghadirkan ancaman baru di ruang publik.***




