POJOKSATU.ID - Fenomena langit berwarna merah yang menyelimuti wilayah Pandeglang, Banten, pada Kamis 18 Desember 2025 sore sempat menggegerkan warga.

Langit yang biasanya berwarna kebiruan berubah drastis menjadi merah pekat.

Fenomena ini menciptakan suasana mencekam dan memicu beragam spekulasi di media sosial, mulai dari isu bencana alam hingga tanda-tanda kejadian luar biasa.

Baca Juga: Seskab Teddy Ajak Insan Pers Sebarkan Energi Positif, Ungkap Fakta Penanganan Bencana Sumatera Sejak Hari Pertama

Sejumlah warga mengaku khawatir dan bingung melihat perubahan warna langit yang tidak biasa tersebut.

Banyak di antara mereka mengabadikan momen langit merah itu melalui ponsel dan membagikannya ke berbagai platform media sosial.

Dalam waktu singkat, foto dan video langit merah Pandeglang viral dan menuai beragam reaksi, termasuk kekhawatiran akan potensi bencana susulan.

Baca Juga: Awal 2026 Direncanakan Banyak Penerima KKS Baru, Data Sudah Diinput dari Sekarang

Menanggapi keresahan publik, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya angkat bicara.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Banten, Hartanto, menegaskan bahwa fenomena langit merah tersebut bukanlah pertanda bencana alam.

Menurutnya, peristiwa itu merupakan fenomena optik atmosfer yang dikenal sebagai hamburan Rayleigh.

Baca Juga: KKS Lama 2020 BPNT Murni Tahap 4 Cair Rp600 Ribu, Khusus di Wilayah Jateng

Hartanto menjelaskan, langit merah terjadi akibat pembiasan cahaya matahari saat posisinya rendah, khususnya menjelang matahari terbenam.

Dalam kondisi tersebut, cahaya matahari harus menempuh jarak yang lebih panjang melalui atmosfer bumi.

Akibatnya, warna cahaya dengan gelombang pendek seperti biru dan ungu terhambur.

Sementara warna dengan gelombang panjang seperti merah dan jingga justru lebih dominan dan tertangkap oleh mata manusia.

Hartanto mengatkan, Ketika matahari berada di posisi rendah, hanya warna dengan gelombang panjang yang mampu menembus atmosfer dan terlihat jelas.

Baca Juga: Verifikasi Bank Dilakukan Setelah KKS Dibagikan, Data Salah Bisa Bikin Bansos Gagal Cair

"Sehingga langit tampak kemerahan dan menyala,” ujar Hartanto, Dikutip dari CNN, 20 Desember 2025.

Selain faktor sudut matahari, intensitas warna merah yang tampak pekat juga dipengaruhi oleh kondisi atmosfer setempat.

Hartanto menyebutkan, tingginya konsentrasi uap air serta keberadaan partikel aerosol seperti debu atau polutan di udara dapat memperkuat efek warna merah tersebut.

Baca Juga: Perhatikan Lagi! KPM Punya KKS tapi Bansos Belum Cair, Waspada Gagal Cek Rekening

Saat ini, wilayah Pandeglang diketahui tengah mengalami kondisi cuaca basah dan hujan, yang turut memperbesar pantulan cahaya merah pada awan-awan.

“Warna merah yang sangat mencolok biasanya diperkuat oleh uap air dan partikel aerosol di udara. Kondisi ini bersifat alami dan sering terjadi di wilayah tertentu,” jelasnya.

BMKG menegaskan bahwa fenomena langit merah tidak memiliki korelasi langsung dengan potensi gempa bumi, letusan gunung api, maupun bencana hidrometeorologi lainnya.

Baca Juga: Jangan Telat Cairkan Bansos di KKS, Lewat 31 Desember 2025 Dana Bisa Kembali ke Kas Negara

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi oleh spekulasi liar yang beredar di media sosial.

“Kejadian tersebut tidak mencirikan akan terjadinya bencana alam. Masyarakat diimbau tetap tenang dan memantau informasi resmi dari BMKG,” tegas Hartanto.

Meski tergolong fenomena alam biasa, peristiwa langit merah ini kembali menunjukkan betapa minimnya literasi kebencanaan dan meteorologi di tengah masyarakat.

Setiap kejadian alam yang tidak lazim kerap memicu kepanikan massal, terutama ketika informasi yang beredar tidak diimbangi penjelasan ilmiah yang memadai.

BMKG mengingatkan pentingnya masyarakat mengandalkan sumber informasi resmi dan tidak mudah terpancing isu sensasional.

Dengan pemahaman yang tepat, fenomena alam seperti langit merah dapat dilihat sebagai peristiwa ilmiah yang menarik, bukan ancaman yang menakutkan.***