POJOKSATU.id - Heboh sebuah video yang beredar di media sosial tepat pada peringatan Hari Guru Nasional, 25 November 2025.
Video ini menarik perhatian publik karena berisi pendapat seorang guru mengenai bagaimana seharusnya Hari Guru diperingati.
Unggahan tersebut berasal dari akun TikTok bernama @nurmayanincum.
Yang menyampaikan pandangan cukup berbeda dari tradisi perayaan yang selama ini dilakukan di banyak sekolah.
Dalam video tersebut, guru itu mengusulkan agar Hari Guru dijadikan hari libur nasional.
Ia menilai bahwa momentum Hari Guru seharusnya dapat digunakan sebagai hari istirahat bagi para tenaga pendidik yang setiap hari bekerja mengajar dan membimbing para murid.
Baca Juga: Viral! Panitia Undian HUT Korpri di Lombok Kepergok Masukkan Tangan ke Saku, Peserta Langsung Tegur!
Menurutnya, sebuah hari libur akan menjadi bentuk penghormatan nyata terhadap profesi guru yang sering dianggap memiliki peran tanpa henti,
Mulai dari proses belajar mengajar di sekolah, tugas administrasi, hingga kegiatan tambahan lainnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak perlu ada selebrasi yang berlebihan di sekolah pada Hari Guru.
Baca Juga: DPRD Ungkap Pemotongan TPP ASN Adalah Teguran untuk OPD yang Tak Capai Target
Tradisi seperti upacara khusus, panggung hiburan, maupun berbagai kegiatan perayaan menurutnya tidak selalu mencerminkan penghargaan sejati kepada guru.
Baginya, penghormatan sederhana namun tulus jauh lebih berarti daripada seremoni yang terlalu ramai namun tidak menyentuh esensi profesi guru itu sendiri.
Bagian lain dari pendapatnya yang juga mendapat perhatian warganet adalah permintaannya agar murid tidak perlu membawa hadiah untuk guru.
Menurutnya, pemberian hadiah terutama jika bernilai besar bisa menimbulkan polemik.
Sering kali muncul anggapan bahwa hadiah yang mahal berpotensi menimbulkan pandangan negatif terhadap guru.
Baca Juga: Viral! Panitia Undian HUT Korpri di Lombok Kepergok Masukkan Tangan ke Saku, Peserta Langsung Tegur!
Seolah-olah ada upaya untuk mencari perhatian ataupun perlakuan khusus.
Ia mengaku bahwa maksud dari pernyataan tersebut bukan untuk menolak bentuk apresiasi murid.
Melainkan agar budaya memberi hadiah tidak berubah menjadi beban atau persaingan antar siswa dan orang tua.
Baca Juga: TMB Tour & Travel Luncurkan Paket Umrah Premium Non-Transit, Gandeng Youtuber Gus Aldi
Pendapat yang diungkapkan dalam video itu pun menuai beragam reaksi.
Banyak komentar yang mendukung, menyatakan bahwa ide menjadikan Hari Guru sebagai hari libur nasional terdengar masuk akal.
Menurut pendukung, guru juga perlu memiliki satu hari untuk benar-benar beristirahat.
Baca Juga: TMB Tour & Travel Luncurkan Paket Umrah Premium Non-Transit, Gandeng Youtuber Gus Aldi
Tanpa harus mengikuti rangkaian kegiatan sekolah yang terkadang lebih merepotkan dibandingkan hari belajar biasa.
Mereka merasa bahwa setiap tahun drama terkait hadiah, perayaan, dan berbagai ekspektasi sosial sering kali muncul, dan libur nasional dapat menjadi solusi untuk menghentikan hal tersebut.
Namun, tidak sedikit pula warganet yang menyatakan kontra.
Kelompok ini berpendapat bahwa tradisi merayakan Hari Guru merupakan bentuk penghormatan dan rasa terima kasih murid yang seharusnya tetap dijaga.
Memberikan hadiah, membuat acara sederhana, atau sekadar berkumpul merayakan hari tersebut dianggap sebagai bentuk kedekatan antara murid dan guru.
Mereka menilai bahwa tindakan-tindakan itu tidak perlu dianggap problematis selama dilakukan dengan wajar dan tanpa paksaan.
Meski menuai pro-kontra, guru dalam video tersebut menegaskan bahwa apa yang ia sampaikan hanyalah pendapat pribadi yang mungkin dapat didengarkan oleh publik.
Ia berharap semua pihak dapat memahami bahwa pendapat tersebut lahir dari keinginan agar para guru mendapatkan penghargaan yang benar-benar bermakna.
Pada akhirnya, momentum Hari Guru Nasional setiap 25 November tidak hanya menjadi ajang perayaan.
Baca Juga: Viral! Panitia Undian HUT Korpri di Lombok Kepergok Masukkan Tangan ke Saku, Peserta Langsung Tegur!
Tetapi juga waktu untuk merenungkan kembali kondisi, kesejahteraan, dan penghargaan terhadap tenaga pendidik di Indonesia.
Terlepas dari bagaimana cara memperingatinya, harapannya tetap sama para guru bisa hidup lebih sejahtera.
Dihargai atas dedikasinya, dan diberi ruang untuk beristirahat serta berkembang. Karena tanpa guru, masa depan pendidikan bangsa tidak akan pernah mampu berdiri kokoh.***




