POJOKSATU.ID - Fakta baru terungkap dari insiden ambruknya pendopo FKIP Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, yang terjadi pada Minggu 16 November 2025.
Para korban yang selamat menceritakan detik-detik sebelum bangunan tersebut runtuh dan menimpa puluhan mahasiswa yang tengah berlatih drama untuk persiapan ujian akhir.
Salah satu korban yang tengah mendapatkan perawatan di Klinik Universitas Siliwangi mengatakan bahwa beberapa menit sebelum bangunan roboh.
Mereka sempat mendengar suara aneh dari bagian atap pendopo.
“Tiba-tiba ada suara kreek… kayak kayu patah. Awalnya kami kira cuma ranting jatuh,” ujar salah seorang mahasiswa.
Mahasiswa masih melanjutkan latihan karena mengira suara tersebut tidak membahayakan.
Namun sekitar 10–15 menit kemudian, struktur atap mendadak runtuh dan menimpa mereka yang berada di bawah.
Menurut kesaksian korban lainnya, runtuhan terjadi sangat cepat.
Baca Juga: Selain STAN, Kemenkeu Pastikan CPNS 2026 Terima Lulusan SMA, Beacukai Butuh 300 Tenaga Lapangan
Mereka hanya sempat berteriak atau berusaha melarikan diri beberapa langkah sebelum seluruh bagian atap jatuh.
Suasana menjadi kacau. Lampu, balok kayu, pecahan genting, dan debu memenuhi ruangan.
Sejumlah mahasiswa terjebak di bawah material bangunan sebelum akhirnya diselamatkan oleh rekan-rekan serta petugas kampus.
Beberapa korban mengalami luka karena tertusuk material bangunan. Ada pula yang mengalami luka di kepala akibat terkena balok yang jatuh.
Data terbaru menunjukkan korban yang mengalami luka terus bertambah seiring pendataan.
Berikut pembaruan jumlah korban berdasarkan informasi dari klinik kampus dan fasilitas kesehatan tempat para mahasiswa dirawat:
10 orang dirawat di Klinik Universitas Siliwangi
6 orang dirawat di Tasik Medical Center
5 orang mengalami luka ringan seperti memar, tergores, dan cedera jaringan lunak
1 orang menjalani pemeriksaan CT scan untuk memastikan tidak ada cedera internal serius
1 orang dilarikan ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya karena mengalami luka lebih berat
Total ada 22 korban, dengan kondisi mulai dari trauma ringan hingga luka kepala.
Baca Juga: Guru Panik! Kode Validasi GTK Tiba-tiba Lompat ke 06, Sementara Sistem Mengira ASN sebagai Non ASN
Petugas medis kampus membenarkan bahwa sebagian korban mengalami trauma psikis setelah tertimpa reruntuhan.
Seorang perawat di Klinik Universitas Siliwangi menyebutkan bahwa beberapa mahasiswa kesakitan ketika dievakuasi.
Pihak Universitas Siliwangi telah menutup seluruh area pendopo FKIP untuk investigasi.
Pemeriksaan struktur bangunan dilakukan untuk mengetahui penyebab awal insiden, termasuk apakah ada kerusakan material yang tidak terdeteksi sebelumnya.
Menurut staf fakultas yang ditemui di lokasi, pendopo tersebut memang kerap digunakan untuk latihan drama, kegiatan organisasi, dan persiapan ujian praktik.
Aktivitas mahasiswa cukup sering berlangsung di sana, terutama menjelang periode ujian akhir.
Hingga berita ini dibuat, belum ada pernyataan resmi mengenai dugaan penyebab ambruknya bangunan.
Selain luka fisik, sebagian korban mengalami trauma ringan.
Mereka mengaku masih syok mengingat momen ketika pendopo runtuh hanya beberapa menit setelah terdengar suara mencurigakan.***




