POJOKSATU.ID – Program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Anestesiologi Universitas Padjadjaran (Unpad) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kembali diaktifkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Langkah ini dilakukan setelah evaluasi menyeluruh selama tiga bulan, menyusul insiden pemerkosaan yang dilakukan dokter residen Priguna Anugerah Pratama pada Maret lalu.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, dr Azhar Jaya, menegaskan bahwa program ini tidak dihentikan permanen, melainkan hanya ditangguhkan sementara untuk memastikan perbaikan sistem berjalan optimal.

Baca Juga: Dari Masa Keemasan ke Sunyi Kelas: Tamansiswa Bandung yang Dulu Melahirkan Para Tokoh, Kini Hanya Punya Satu Siswa Baru

“Kemenkes dan Kemendikti Saintek sepakat memulai kembali program residensi anestesi di RSHS. Programnya tidak pernah dihentikan, yang ada hanya penundaan untuk evaluasi dan pembenahan,” kata Azhar di Gedung MCHC RSHS Bandung.

Azhar mengungkapkan, peristiwa kelam tersebut telah mencoreng dunia medis dan menggerus kepercayaan publik.

Oleh karena itu, evaluasi total dilakukan terhadap tata kelola program residensi, manajemen, serta penerimaan peserta.

Baca Juga: Timnas Thailand U23 Siap Hadapi Tekanan Suporter Indonesia di Semifinal AFF U-23 2025, ARE YOU READY?

“Harapan kami, dengan perbaikan manajemen, SOP, dan sistem penerimaan, insiden serupa tidak terulang lagi. Pasien harus merasa aman dan nyaman saat berada di fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Zahrotur Rusyda Biduan, mengatakan Unpad telah merampungkan 11 perbaikan internal, ditambah 17 poin evaluasi bersama RSHS.

“Masih ada dua poin yang sedang kami selesaikan dan akan segera disosialisasikan ke seluruh SDM yang terlibat,” jelas Zahrotur.

Baca Juga: SELEKSI Administrasi Masih Dibuka! 200 Ribu Guru Memiliki Peluang Terpanggil di PPG Guru Tertentu Tahap 3 Jika Memenuhi Syarat Ini!

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

Dengan selesainya evaluasi, program residensi anestesi diharapkan dapat berjalan dengan standar keamanan dan profesionalisme yang lebih ketat, sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSHS dan Unpad. ***