POJOKSATU.id - Insiden kekerasan yang terjadi saat kampanye Pilkada di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Sampang, Madura, pada Minggu (17/11/2024), menjadi perhatian berbagai pihak. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Aang Kunaifi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian dan mewujudkan Pilkada Serentak 2024 yang damai dan aman.
“Mudah-mudahan apa yang menjadi insiden di Sampang tidak terulang lagi, tidak berkelanjutan,” ujar Aang. Ia menekankan pentingnya saling menghormati dalam menentukan pilihan politik.
"Kami harap pelaksanaan Pilkada ini kita selenggarakan dengan cara damai. Silahkan berkontestasi, silahkan menentukan pilihan, mari saling menghormati perbedaan pilihan," pesannya.
Aang juga menanggapi agenda debat ketiga Pilkada di Sampang yang dinilai masih sesuai aturan.
“Ketentuannya maksimal dilakukan tiga kali tidak boleh lebih, kalau misal sekali atau dua kali sudah dirasa cukup tidak masalah,” jelasnya.
Baca Juga: Geger Carok, Begini Awal Tragedi Mencekam di Sampang, Video Beredar di Medsos, NGERI
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, turut menyoroti insiden tersebut. Ia menilai pentingnya penerapan sistem peredaman konflik atau cooling system untuk mencegah eskalasi kekerasan selama Pilkada.
“Pemerintah daerah dan aparat keamanan memaksimalkan sistem peredaman konflik. 'Cooling system' itu harus segera dilakukan oleh penyelenggara maupun pihak keamanan," tegas Dede.
Dede juga menyoroti tingginya kerawanan konflik di Sampang yang dipicu oleh faktor budaya.
"Kesiapan keamanan di titik-titik rawan selama ini baru muncul lima wilayah, seharusnya Jawa Timur perlu diperhatikan juga. Anggaran besar untuk pengamanan seharusnya dimanfaatkan sejak awal, bukan hanya saat pemilihan," ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Sampang, Safril Selfianto, menyatakan bahwa pihaknya telah menahan tiga tersangka terkait insiden berdarah tersebut.
Upaya pendekatan kepada tokoh agama dan masyarakat terus dilakukan untuk mendinginkan suasana.
“Kami juga terus melakukan pendekatan kepada para pihak berpengaruh di Ketapang. Baik dari kalangan tokoh agama, maupun tokoh ulama untuk mendinginkan suasana,” katanya.
Sebagai informasi, insiden ini menewaskan seorang warga bernama Jimmy Sugito Putra, yang diduga menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang bersenjata celurit.
Untuk mencegah konflik lanjutan, personel gabungan dari Polres Sampang dan TNI telah memperketat pengamanan di sejumlah titik rawan di Desa Ketapang Laok.
Masyarakat setempat diimbau untuk tetap tenang dan mendukung pelaksanaan Pilkada yang aman dan damai. Penyelidikan terhadap insiden ini masih terus berlangsung untuk mengungkap fakta-fakta di balik kejadian tersebut. ***




