POJOKSATU.ID - Tumpukan sampah yang menggunung hampir sepekan terakhir di kawasan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, memicu keluhan serius dari warga.
Bau busuk yang menyengat tercium di sejumlah titik dan dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di kawasan padat lalu lintas dan pusat ekonomi.
Pantauan di lapangan menunjukkan penumpukan sampah terjadi di beberapa lokasi strategis, seperti Pasar Cimanggis, median Jalan Dewi Sartika, area Pasar Ciputat, hingga kolong Flyover Ciputat.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Sampah rumah tangga bercampur limbah pasar terlihat dibiarkan menumpuk tanpa penanganan maksimal, menciptakan pemandangan kumuh sekaligus ancaman kesehatan.
Warga mengeluhkan bau menyengat yang semakin parah saat siang hari. Selain itu, keberadaan lalat dan potensi penyebaran penyakit membuat masyarakat resah.
Sejumlah pedagang pasar mengaku mengalami penurunan pembeli karena kondisi lingkungan yang tidak nyaman.
Baca Juga: PT Tenma Indonesia Gelar Family Gathering di Wonderland Karawang
“Bau sekali, apalagi kalau siang. Pembeli banyak yang cepat pergi,” ujar salah satu pedagang, dikutip pojoksatu.id dari CNN Indonesia (14/12/2025).
Penumpukan sampah ini diduga terjadi akibat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang sudah melebihi kapasitas.
Kondisi tersebut membuat pengangkutan sampah dari wilayah Ciputat dan sekitarnya tidak berjalan normal, sehingga sampah terpaksa menumpuk di titik-titik sementara.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie membenarkan adanya gangguan pengelolaan sampah.
Ia menyebut penumpukan terjadi karena TPA Cipeucang saat ini sedang dalam proses perbaikan, sehingga operasional pembuangan sampah tidak bisa dilakukan secara maksimal.
“TPA Cipeucang sedang dalam tahap perbaikan, ini yang membuat pengangkutan sampah sedikit terkendala,” kata Benyamin.
Baca Juga: Jalur Ekstrakurikuler Bisa Antar Siswa Masuk PTN Tanpa Tes, Ini Daftar Lengkapnya
Meski demikian, Benyamin memastikan pemerintah kota tengah berupaya mengatasi persoalan tersebut.
Sejumlah langkah darurat disebut telah disiapkan, termasuk pengaturan ulang jadwal pengangkutan dan optimalisasi armada sampah agar penumpukan tidak semakin meluas.
Namun di sisi lain, warga menilai persoalan sampah di Ciputat bukan kali pertama terjadi.
Baca Juga: Sosok AH Diduga Manajer BUMN, Suami Faizah Soraya yang Disebut Dibunuh Putrinya Sendiri di Medan
Mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya mengambil langkah sementara, tetapi juga memiliki solusi jangka panjang agar krisis sampah tidak terus berulang.
Masalah kapasitas TPA Cipeucang sendiri telah lama menjadi sorotan.
Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di Tangerang Selatan dinilai tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan sampah yang memadai.
Akibatnya, ketika terjadi gangguan teknis, dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
Pengamat lingkungan menilai kondisi ini harus menjadi momentum evaluasi serius bagi pemerintah daerah.
Selain peningkatan kapasitas TPA, diperlukan juga penguatan sistem pengurangan sampah dari sumbernya, seperti pemilahan, daur ulang, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Jika tidak segera ditangani secara menyeluruh, penumpukan sampah dikhawatirkan akan terus menjadi persoalan rutin yang berdampak pada kesehatan, lingkungan, dan kenyamanan warga Ciputat serta wilayah sekitarnya.***




