POJOKSATU.id - Meskipun edukasi dan pengetahuan berkembang pesat, masih banyak masyarakat di Indonesia yang percaya pada praktik paranormal atau dukun untuk pengobatan maupun solusi masalah hidup.
Di era modern ini, fenomena ini masih menjadi misteri yang sulit dipecahkan.
Di Jember, Jawa Timur, misalnya, sejumlah orang masih memilih berobat ke dukun, meski berbagai pakar dan figur publik seperti Pesulap Merah sudah berulang kali membongkar trik yang digunakan para dukun dalam menciptakan "keajaiban" di luar nalar.
Mengapa kepercayaan ini masih bertahan? Menurut pengalaman dari salah satu narasumber, ada beberapa alasan yang membuat orang tetap bergantung pada dukun. Salah satunya adalah malas berpikir kritis ketika dihadapkan dengan hal-hal di luar pengetahuan mereka.
Baca Juga: Gencarkan Semangat Literasi di Cirebon, Bunda Vera Ajak Sekolah Bergabung dalam Nyala Indonesia
Orang lebih mudah menerima penjelasan supranatural yang sederhana daripada mencari tahu secara logis.
Selain itu, faktor lain yang mendorong adalah "pengkultusan." Dukun yang dianggap memiliki "kekuatan" khusus sering kali dikelilingi pengikut fanatik yang sulit untuk meragukan bahkan ketika logika mengatakan sebaliknya.
Fenomena ini juga didukung dengan adanya "cocoklogi" di mana setiap kejadian dicocokkan dengan keyakinan mistis, meskipun secara logis tak berkaitan. Terakhir, kepercayaan terhadap dukun didukung oleh unsur agama dan tradisi yang masih sangat kental di masyarakat kita.
Misalnya, praktik dukun yang dikaitkan dengan ritual agama atau dianggap sebagai warisan nenek moyang, dianggap sakral dan sulit dipertanyakan.
Baca Juga: Korban Konten Porno Petinggi Yayasan Unisma Bekasi, Sambangi Markas PWI
Masyarakat kita perlu diedukasi agar bisa berpikir lebih kritis, sehingga mereka dapat memahami bahwa banyak dari praktik ini adalah ilusi belaka. Jika masyarakat bisa lepas dari kepercayaan dukun, Indonesia diyakini akan maju dalam banyak aspek, mulai dari kesehatan hingga ekonomi.***



